BPJS KETENAGAKERJAAN “PERSULIT” AHLI WARIS DAPATKAN HAKNYA

Kantor BPJS Ketenagakerjaan cabang Pematangsiantar

Op0sisi-news.id/P.siantar__Hilman purba ahli waris dari Ardi Triarma purba meresa kecewa dengan pelayanan bpjs ketenagakerjaan cabang pematangsiantar, bagaimana tidak, saat ia bermaksut mengambil hak adiknya di bpjs ketenaga kerjaan malah pihak bpjs diangapnya mempersulit .

Hal itu disampaikan Hilman purba lewat suratnya kepada redaksi media ini senin,19/juli/2021,dengan nomor:Khusus perihal permohonan dan laporan yang ditujukan kepada,Bapak Dirut BPJS RI, Bapak Komisaris BPJS RI, Kakanwil Sumbagut, di Medan.

Dalam suratnya Hilman purba menjelaskan
Bahwa saudara kandungnya bernama Ardi Triarma Purba adalah karyawan pada PT.STTC dan terdaftar serta memiliki kartu BPJS Ketenagakerjaan nomor : 1272 0117 0392 0006 dan ke anggotaan Nomor : 12038842889, saudara kandungnya tersebut telah meninggal dunia pada tanggal 03 Mei tahun 2021 sesuai dengan surat kematian Nomor : 470/678/SS-PS/V/2021 yang diterbitkan oleh Lurah Kelurahan Siopat Suhu Kota Pematangsiantar.

Sesuai dengan Kartu Keluarga Nomor : 1272010202090002, dinyatakan sebagai Kepala Keluarga adalah ibu kandung kami Kastiur Saragih hurena sejak tahun 1992 atau 29 tahun yang lalu ayah dan ibu kandung kami telah resmi bercerai, Adik kandung saya alm Ardi Triarma Purba terdaftar / tercatat pada kartu keluarga ibu kandung kami.

Dijelaskanya lagi pada tanggal 13 Nopember tahun 2020, ibu kandungnya telah meninggal dunia, sesuai dengan Surat Keterangan Kelurahan Siopat Suhu Nomor : 470/1389/SS-PS/XI/2020 tanggal 19 Novenmber 2020 sehingga saya sebagai anak tertua yang bertanggung jawab.

karena ibu kami telah meninggal dunia maka saya sebagai saudara kandung dan kakak tertua adalah ahli waris dari Ardi Triarma Purba yang hal ini telah dikuatkan oleh surat Pernyataan Ahli Waris yang telah ditandatangani satu orang saudara kandung lain bernama Christian Desman Purba,dan pada tanggal 25 Mei 2021 surat keterangan ahli waris tersebut telah didaftarkan di kantor Keluarahan Si Opat Suhu dengan nomor : 470/724/SS-PS/V/2021.
[21/7 12.58, selanjutnya Pada tanggal 31 Mei 2021, Surat Keterangan Ahli waris tersebut telah didaftarkan dan di registrasi di Kantor Camat Siantar Timur dengan nomor : 470/148/ST-PS/SPAWN/2021.

Sesuai dengan Formulir 4 BPJS Ketenagakerjaan untuk Pengajuan Pembayaran Jaminan Kematian dan Jaminan Hari Tua telah dicatatkan bahwa saya Hilman Purba sebagai Ahli Waris lainnya sebagai Abang Kandung dari Ardi Triarma Purba , Nomor peserta 12032884889, Nama Pelaksana Penempatan : PT. STTC.

Pada formulir 4 tersebut saya sebagai ahli waris telah memenuhi segala persyaratan yang di tentukan sebagai ahli waris dengan melampirkan seluruh dokumen diantaranya Kartu BPJS, Akte Kelahiran , Kartu Keluarga , KTP, Buku dan Nomor rekening Bank

Namun sangat disayangkanya pada saat saya mempertanyakan pencairan dana tersebut, oleh pihak BPJS Kota Pematangsiantar menyatakan kepada saya bahwa saya harus menghadrikan Ayah Kandung saya, walaupun sudah kami jelaskan bahwa tidak ada satu dokumen pun yang ada mencatatkan nama ayah kami dan kami telah menyampaikan bahwa telah berpisah 29 tahun yang lalu dan kami tidak tahu dimana keberadaannya.

kami juga di suruh oleh pihak BPJS Pematangsiantar untuk melakukan hal yang tidak mungkin kami lakukan, karena kami tidak mengetahui dimana keberadaan ayah kami saat ini.

Namun saat kami pertanyakan bagaimana syaratnya jika ayah kami yang datang , oleh pihak BPJS menyatakan harus membawa KK Kartu Keluarga dan KTP, Hal ini menurut kami semakin memperlihatkan bahwa kami sedang di persulit sebab jika ada KK Ayah saya sudah pasti tidak ada nama adik saya di KK ayah saya tersebut, jelas Hilman dalam suratnya.

Tanggapan BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara Pihak BPJS Ketenagakerjaan melalui Kabid pelayan Yang mengaku bernama ester saat dikonfirmasi langsung tim media ini Rabu,21 juli 2021 mengatakan bahwa persoalan tersebut sedang di proses, namun ada satu berkas yang belum lengkap.

“Sudah kami telpon tadi bapak itu, dan kami sudah konfirmasi langsung kerumahnya, namun bapak itu tidak kami temui di rumahnya ,menurut keluarganya pak hilmanya sedang diladang, persoalanya ada satu berkas yang belum dilengkapinya makanya belum bisa di proses, yaitu surat cerai orang tuanya”

Ester juga menambahkan besok yang bersangkutan sudah kami suruh datang kekantor untuk melengkapi surat cerai tersebut.

Ketika ditanya terkait peryataan pihak bpjs kepada hilman untuk menghadrikan Ayah Kandungnya, yang telah berpisah 29 tahun yang lalu dan hilman sudah mengaku tidak tahu dimana keberadaannya.

Ester menjelaskan bahwa secara hukum kan pak yang menjadi ahli wariskan orang tua, namun ketika memang orangtua sudah bercerai atau meninggal dunia, tentu yang menjadi ahliwariskan saudara kandungnya, sehingga jika memang sudah bercerai kami meminta foto cofii surat cerainya, dan menurut pak hilaman surat itu ada, dan mungkin besok sudah dilengkapinya, jelasnya.(Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *