Tidak miliki izin, Ternak ayam di Gurilla tetap beroperasi, Satpol PP Siantar dianggap “BACUL”

Oposisi news – Pematangsiantar

Usaha ternak ayam tidak berizin bebas beroperasi di Pematangsiantar tepatnya di kecamatan siantar sitalasari kelurahan Gurilla, yang dimana lokasi usaha itu sangat dekat dengan pemukiman warga.

Namun walau tidak punya izin usaha Peternakan ayam ini tetap beroperasi yang dimana berdasarkan infestigasi media ini jumlah pengusaha ternak ayam mencapai sampai enam pengusaha bahkan berproduksi secara besar basaran hingga mencapai puluhan ribu ekor per pengusaha.

Saat dikonfirmasi beberapa pengusaha ternak yang mengaku bermarga Lingga dan nababan mereka menggaku memang tidak memiliki izin karena menurutnya lokasi ternaknya berada pada tanah garapan.

” ia memang tidak ada izinnya, kami pengusaha sudah buat perjanjian dengan pihak masyarakat dan di ketahui luruh dan camat, dan kami juga sudah pernah di panggil Satpol PP kekantornya dan bahkan pihak satpol PP sudah datang melihat langsung lokasi ternak bersama dinas lingkungan hidup dan peternakan, dan selama ini tidak ada masalah”

Terpisah Azis javar, Lurah Gurilla saat ditemui dikantornya mengatakan kepada media ini bahwa pihaknya telah mengetahui adanya peternakan ayam yang tidak memiliki izin di wilayahnya, dia juga mengatakan bahwa masyarakat Gurilla pernah keberatan dengan adanya peternakan ayam, namun mereka kita pertemukan di kantor dan pihak pengusaha membuat surat peryataan yang ditanda tangani oleh pengusaha beserta saksi-saksi, sambil menunjukkan surat peryataanya kepada wartawan media ini.

“kami tau memang ada ternak ayam di sini, dan masyarakat sempat ribut -ribut dan menolak peternakan itu, namun pihak pengusaha dan masyarakat kita panggil kekantor sehingga adalah kesepakatan antara pengusaha dan masyarakat berupa peryataan”

kasat pol PP kota Pematangsiantar robert Samosir saat dikonfirmasi sabtu 23/11/19,terkait soal ternak ayam tanpa izin yang ada di Gurilla, mengatakan bahwa dia mengaku sudah mengetahui adanya ternak itu dan pihaknya juga sudah memanggil pihak pengusaha kekantornya.

“Pengusahanya sudah kami panggil namun kebetulan saat itu saya sedang berada di Bogor, angota saya kemarin yang memanggil”

Menanggapi adanya usaha ternak ayam di siantar yang tidak memiliki ijin, Salah seorang pengurus lembaga Transformasi Publik (LTP) johannes Sembiring saat dimintai komentarnya senin 25/11/19, mengatakan seharusnya Pemerintah Kota Pematangsiantar harus bertindak tegas terhadap pengusaha ternak- ternak yang tidak memiliki ijin, karena hal ini kan jelas sudah diataur dalam PERWA NO. 23 TAHUN 2011 tentang tata laksana terhadap jenis usaha.

” jika pihak pemko siantar sendiri tidak tegas dalam hal ini,tentu hal ini sangat aneh dan luar biasa, karena seharusnya pihak lurah,camat dinas Lingkungan hidup dan satpol PP yang mengingatkan dan menyarankan agar pihak pengusaha segera mengurus segala bentuk perizinan karena itu kan jelas ada peraturan walikota No. 23 itu”

Saat di singgung soal adanya pemanggialn Satpol PP terhadap pengusaha ternak ayam kekantor satpol PP.

Johannes mengatakan bahwa seharusnya Satpol PP kota Pematangsiantar harus bertindak tegas dengan menutup atau menertipkan langsung usaha ternak ayam tersebut jangan pula BACUL terhadap pengusaha, karena usaha tersebutkan sudah jelas tidak memiliki izin

“Kalau hal ini tidak segera ditertibkan padahal pihak Satpol PP sudah mengetahuinya, tentu kita menganggap pihak satpol PP bacul terhadap pengusaha,jangan pula beraninya hanya sama pedagang kaki lima (PKL) yang hanya berjuang mencari makan”Ucapnya dengan tegas. (ADM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *