Tidak Hadir RDP, JR Saragih Dianggap Tidak Perduli

Oposisi-news.id/Simalungun–Ketikdakhadiran Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD Kabupaten Simalungun mendapat kritikan serius dari salah seorang pemerhati kebijakan publik di Kabupaten Simalungun.

Jen Cokra Sipayung SE,selaku Direktur Eksekutif Koalisi Rakyat Indonesia ketika di konfirmasi pada hari Sabtu (18/04/2020) mengatakan ketidakhadiran JR.Saragih ini adalah sebagai bentuk ketidakpedulian nya kepada masyarakat Kabupten Simalungun dan juga menunjukan bahwa JR.Saragih memandang sebelah mata lembaga DPRD yang dimana sebagai respresentasi dari masyarakat Kabupaten Simalungun.

Menurut Jen,dalam situasi ini seharusnya Bupati sebagai pelayan rakyat harus menunjukan sikap kepedulian terhadap persoalan yang menimpa masyarakat Simalungun bukan justru lari dari tanggung jawab karena ini persoalan yang serius dan menyangkut hidup masyarakat Kabupaten Simalungun.

“Kita kecewa dengan JR.Saragih dan kita meminta DPRD untuk segera membentuk panitia Angket guna memakzulkan JR.Saragih itu, karena dinilai tidak memikirkan nasib rakyat dan menganggap sepele lembaga DPRD”

Jen juga mengkritisi banyaknya kebijakan Bupati Simalungun yang tidak pro terhadapa Rakyat, misalnya Soal PTT (pegawai tidak tetap) yang ada di simalungun yang setiap tahunya selalu bermasalah, soal infrastruktur yang tidak layak, dan yang paling parah soal informasi Bohong yang di sampaikan oleh bupati simalungun kepada publik baru-baru ini tentang Covid-19.

Baca juga!!!

“harusnyakan selaku pemerintah daerah,hadir untuk memberi kesejahteraan dan ketenangan ditengah wabah virus Corona ini, bupati simalungun justru menyampaikan kabar yang tidak berdasarkan keterangan ahli,yang menyatakan masyarakatnya meninggal karena corona,ini kan mengakibatkan ketakutan yang luar biasa ditengah masyarakat simalungun”

Masih menurut Jen, hal ini harus menjadi perhatian serius bagi DPRD kabupaten Simalungun dan harus segera melakukan tindakan nyata dan menjalankan tugas dan fungsinya.

“Harusnya ketidakhadiran JR.Saragih yang tanpa alasan, Sudah menjadi tamparan keras bagi DPRD Simalungun dan ia berharap agar DPRD menunjukan tajinya agar lebih di hargai oleh bupati, DPRD kan punya Hak untuk mengevalusi bahkan memakzulkan Bupati kami berharap itu digunakan oleh DPRD Simalungun,ujar Jen mengahiri.(ops/Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *