Tebang pilih dalam penegakan perda, Kasatpol PP siantar dianggap panas-panas “Tai Ayam”.

OposisiNews-Pematangsiantar

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kasat-Pol PP siantar belakangan ini menjadi gunjingan dan buah bibir masyarakat yang dinilai tidak becus menjalankan tugas sebagai pelaksana penegakan Peraturan Daerah yang terkesan tebang pilih.

Selain tidak becus dan tebang pilih dalam menjalankan penegakan Perda, satpol PP bahkan dikenal arogan dalam menghadapi masyarakat, khususnya kepada masyarakat pedagang kecil saat melaksanakan tugas penertiban di lapangan.

Menurut keterangan beberapa pedagang kaki lima, bahwa petugas Sat-Pol PP siantar setiap kali turun ke lapangan pada pedagang kecil yang menjajakan dagangannya diatas trotoar langsung melakukan aksi penggusuran dengan dalih penegakan Perda “. Kata pedagang yang tidak mau namanya dipublis,

“namun sangat disayangkan penegakan Perda yang dilaksanakan oleh Kasat-Pol PP siantar Robert samosir selama ini hanya berlaku bagi pedagang kecil, namun tidak berlaku bagi perusahaan besar, misalnya iklan iklan rokok yang di pasang diatas trotoar, iklan rokok yang berada di jalan protokol dan lain sebagainya”

yang paling luar biasa ada iklan rokok yang tepat di depan kantor satpol PP terpampang besar namun satpol PP terkesan cuek dan pura pura tidak tahu,

Menanggapi hal itu oktavianus sitio Direktur eksekutif SIMADA (Sentra Informasi dan Pemberdayaan Masyarakat Madani) saat diminta tanggapanya sabtu, 25/01/20,
mengatakan seharusnya satpol pp harus benar-benar serius dalam penegakan perda jangan pula tebang pilih, jangan karena untuk memenuhi upload kegiatan di FB atau media sosial lain yg dimiliki satpol pp atau pemko, terus-terus dan rajin kali operasi dan razia sementara yang jelas di depan matanya seolah olah tidak dilihat.

“Jangan hanya untuk kalimat lapor pak wali yang mencerminkan budaya angkat telor itu tanpa diikuti penegakan hukum yg serius dan berkeadilan, jangan sampai penegakan perda yang tidak adil mengakibatkan gangguan bagi aktivitas ekonomi masyarakat, jagan pula penegakan perda yang panas-panas tai ayam itu jadi sarana “Pungli” juga bagi satpol pp nantinya”

Pembiaran pelanggaran perda sering terjadi dan hingga saat ini semua masih terjadi tanpa dibarengi upaya serius untuk mengatasinya.

Pada halkan yang terpenting itu adalah mencari solusi yang akan diberikan atau diputuskan oleh satpol pp dan pemerintah kota hingga nantinya menghasilkan solusi yang berpihak pada rakyat saat ini. Jangan pula Malah semua hanya berpihak pada perusahaan besar yang melanggar aturan yang mengakibatkan kota ini menjadi tidak tertib dan tidak tertata. Ucapnya dengan tegas. (TIM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *