Tak Kantongi Izin Edar & BPOM Pembuat Makanan “Roti Kipas” Sait Buttu Terancam 5 Tahun Penjara

Foto : Rumah Produksi Pembuatan Kue Kipas

OposisiNews-Simalungun

Selain pengelolaan keuanganya yang amburadul, produsen makanan roti kipas yang berlokasi di nagori sait buttu saribu, kecamatan pematang sidamanik ternyata belum ada mengantongi pangan industri rumah tangga (PIRT) maupun izin edar makanan. Karena itu produsen pengelolaan tersebut bisa dikenakan dua pasal dalam undang-undang.

“Jika menggunakan UU Pangan, ancamannya dua tahun penjara atau denda Rp 4 miliar. Bisa juga dikenakan UU Perlindungan Konsuman dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan Rp 2 miliar,” ucap seorang pemerhati pemerintahan siantar-simalungun R.Sinaga SH, Sabtu (7/3/2020) sekira jam 07.30 wib saat dimintai komentarnya.

Disampaikannya untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, Dinas Kesehatan Simalungun maupun Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sumut diminta segera turun gunung untuk melihat lokasi pembuatan roti kipas tersebut.

“Bagaimana kita mau tahu makanan itu halal atau tidak, sementara produksinya telah menyangkut dengan kesehatan manusia. Disinilah di harapakan peran dari dinas kesehatan setempat maupun BPOM Medan ada dalam pengelolaan roti kipas di nagori tersebut,” bilangnya dengan singkat.

Sementara itu, menurut keterangan dari beberapa warga setempat yang ditemui di lokasi sekira jam 09.30 wib sembari meminta nama mereka dirahasiakan, membenarkan bahwa produksi rumahan tersebut belum ada mengantongi izin sama sekali. “Belum ada izinnya itu lae, izin apa pun itu, padahal produksinya sudah puluhan Kg/harinya, jika hal ini dibiarkan berlarut-larut kita tidak akan tahu apa dampak kedepannya,” ungkapnya.

Diceritakannya lagi, pendirian produksi rumahan tersebut, diduga belum ada melibatkan warga setempat. “Begininya cerita berdirinya produksi rumahan ini lae, itukan anggaran tahun 2019, rupanya anggaran itu silva, mubazir untuk dipulangkan makanya dibuatlah anggaran tersebut ke BUMDES, dan Ketua BUMDESnya pun diangkat oleh Pangulu begitu saja tanpa ada rapat,” paparnya.

Oleh karena itu, pihaknya sangat berharap kepada instansi terkait maupun aparat penegak hukum yang ada di wilayah kabupaten simalungun ini, dapat segera menindaklanjuti berdirinya produksi roti kipas yang ada diwilayahnya tersebut. “Yang digunakannya itu uang masyarakat, jadi kami minta kepada aparat maupun dinas simalungun segera turun ke lokasi kami ini, untuk memeriksa produksi pembuatan roti kipas ini,”pungkasnya mengakhiri.

Terpisah Pangulu Sait Buttu Saribu H Ngatio ketika dikonfirmasi melalui via telpon sekira jam 11.08 wib belum berhasil dimintai keterangannya. Pasalnya nomor hp miliknya sedang tidak dapat menerima panggilan. (ops/Kn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *