Sudah Dua Bulan Polres Siantar Belum Berhasil Tangkap Semua Pelaku Pengeroyokan

OPOSISI-NEWS.ID/P,SIANTAR— Belum ditahanya Pelaku pengeroyokan inisial GS dan kawan-kawanya yang terjadi di pasar parlusan senin 9/03/2020 adalah sebagai bukti kurang seriusnya pihak polres kota pematangsiantar dalam memberantas kejahatan,pada hal sudah jelas amanat dari Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin Yang menyatakan “Tidak ada Tempat Bagi Pelaku Kejahatan Di Sumatera Utara”

Namun dikota pematangsiantar pelaku pengeroyokan masih bebas berkeliaran seakan kebal Hukum, Pada hal sudah jelas-jelas kejadian pengeroyokan itu sudah dilaporkan ke polres pematangsiantar dengan nomor: STTLP/86/III/2020 dan sesuai dengan nomor laporan polisi nomor:143/III/2020 bahkan sudah memeriksa saksi-saksi, namun sampai saat ini pelaku masih bebas berkeliaran.

Hal ini membuat pelapor Roy dolok saribu merasa kecewa dan kwatir akan terjadi hal yang sama karna lambatnya proses yang dilakukan polres Pematangsiantar, pada hal menurutnya, Gs dan beberapa orang Sudah jelas melakukan pemukulan terhadap dirinya dengan cara berulang-ulang dan disaksikan banyak orang, dan diakui pelaku saat dia datang kekantor polisi, ucap Roy pada wartawan media ini beberapa waktu yang lalu, didampingi Penasehat Hukumnya Juara sitorus SH dan Davit Hariando SH.

Baca juga!!!

“Saya sudah lapor ke polisi , sudah di visum, dan saksi sudah di periksa, bahkan si GS itu sudah jelas mengakui perbuatanya dihadapan polisi, bahwa benar dirinya melakukan pemukulan terhadap saya, tapi pihak polres siantar tidak juga melakukan penahanan, kalau si GS itu tidak ditahan saya sangat kwatir hal yang sama akan terjadi lagi”.

Roy juga mengatakan bahwa dia berharap supaya polres siantar dibawah kepemimpinan Bapak AKBP Budi Saragih agar segeralah melakukan penahanan terhadap GS dan pelaku Pengeroyokan lain terhadap dirinya, demi menjaga kekondusifan kedepan dan penegakan hukum yang baik.

Semantara kuasa hukum Roy dolok saribu Davit hariando Lubis SH dan Juara sitorus SH, saat diminta tangapanya selasa,5/04/2020, bahwa dirinya sangat menyayangkan kurang cepatnya pihak polres siantar Melakukan penahanan terhadap pelaku, padahal kasus pengeroyokan itu sudah dilapor dua bulan yang lalu, apalagi pelakunya sudah mengaku sendiri bahwa benar dia melakukan pemukulan, selain itu sudah ada saksi empat orang yang memberikan keterangan dan mengaku benar-benar melihat kejadian pengeroyokan tersebut, sudah ada bukti visum,tentu hal inikan sudah memenuhi unsur untuk ditetapkan sebagai tersangka dan segera melakukan penahanan.ucapnya.

Tambahnya lagi, ini sudah jelas pelanggaran hukum,yang harus di proses apa lagi inikan kasus pengeroyokan sebagai mana dijelaskan dalam pasal 170 KUHP, setiap orang yang melakukan kejahatan pengeroyokan dengan terang-terangan diancam pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan, sehingga tidak ada alasan tidak memproses dan menahan Pelaku pengeroyokan itu.

Selain itu di Dalam SP2HP yang di berikan kepada klaien kami bahwa pada tanggal 03 April JPU juga sudah mengembalikan berkas perkaranya kepada penyidik,supaya penyidik segera melengkapi dan mencari siapa pelaku pengeroyokan selain GS, hal ini membuktikan bahwa penerapan pasalnya harus 170 KUHP, ujar Davit Hariando Lubis SH .

Terpisah kasat Reskrim polres siantar Nur istiono saat dikonfirmasi wartawan media ini Selasa 5/04/2020, Terkait belum diamankanya terduga pelaku pengeroyokan tersebut, kasat reskrim tidak menjawab meski pesan terlihat terkirim, Begitu juga dengan Kapolres Siantar AKBP Budi Pardamean Saragih saat di konfirmasi Tim media ini tidak juga menjawab panggilan telpon tim media ini. (Ops/Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *