Sempat mangkir dipanggil KPK,Hasim kini nyalon Bupati Simalungun

Ket:Lamhot Saragih (Wakil ketua DPP Himapsi)

Oposisinews-Simalungun

Mujahidin Nurhasim adalah adik kandung Muhammad Nazzarudin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat yang pernah tersandung kasus korupsi Wisma Atlet Hambalang.

Mujahidin Nurhasim atau beken disebut Hasim adalah sosok yang tidak asing di kalangan masyarakat Indonesia khususnya di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pernah memberikan peringatan keras agar Hasim memenuhi panggilan penyidik dalam perkara suap terkait kerja sama di bidang pelayaran dan gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan.

Diketahui KPK pada Rabu (17/7/2019) lalu, memanggil Hasim sebagai saksi untuk tersangka anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Golkar, Bowo Sidik Pangarso dan Indung dari pihak swasta.

“Hasim telah menyampaikan kesediaan hadir hari ini setelah tidak dapat hadir pada dua panggilan sebelumnya, yaitu pada 5 Juli dan 15 Juli 2019,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah kala itu pada Rabu (17/7/2019).

Kemudian pada 1 Juli 2019, KPK telah memeriksa anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Muhammad Nasir, yang juga adik dari Muhammad Nazaruddin dan abang dari Hasim.

Dalam perhelatan Pilkada Kabupaten Simalungun pada 9 Desember 2020 mendatang, Hasim maju sebagai bakal calon bupati berpasangan dengan Tumpak Siregar.

Hasim dan Tumpak mencoba peruntungan merebut jabatan Bupati Simalungun dan Wakil Bupati Simalungun 2020-2024 dengan mengendarai Partai Demokrat dan Partai Gerindra

Salah seorang warga Kecamatan Dolok Pardamean, J Saragih ketika dimintai tanggapannya pada Sabtu (12/9/2020) terkait pencalonan Hasim, mengatakan bahwa saat ini masyarakat sudah cerdas dan pasti dalam memilih calon pemimpin sudah berdasarkan track record dari calon pemimpin tersebut.

“Sudah cerdas sekarang masyarakat, Bang. Apalagi sudah ada media sosial. Semuanya sudah terbuka sampai ke desa-desa. Pasti nggak mungkinlah dipilih yang sembarangan apalagi abangnya dihukum karena korupsi dan baru-baru ini abangnya juga viral mengusir Dirut Inalum dengan gaya yang arogan dan sok suci. Padahal berulang kali pernah dipanggil KPK,” ujar Saragih. “Udah seperti itu mau jadi raja pula di Simalungun ini, kan keterlaluan itu,” sambung Saragih.

Wakil Ketua DPP Himapsi,Lamhot Rotuah Saragih ST,ketika dimintai tanggapan nya,mengatakan bahwa sebagai kaum muda ia mengharapkan seluruh warga simalungun harus jeli dan jangan memilih calon pemimpin yang berpotensi terjerat hukum,sebab kedepan apabila Bupati terpilih terjerat hukum maka masyarakat simalungun lah yang dirugikan

“Kita pilih lah yang benar-benar bersih dan tak tersandung hukum,”Ujar Lamhot mengahiri.(Ops/tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *