PUSKESMAS KESATRIA PEMATANG SIANTAR TOLAK PASIEN BEROBAT.

Oposisi News – Pematang Siantar

Pelayanan kesehatan di Indonesia rupanya masih belum maksimal, dari tahun ke tahun. Banyak kasus-kasus memprihatinkan terdengar dari berbagai daerah. Mulai dari pasien yang ditolak oleh puskesmas atau rumah sakit tertentu.

Hal ini terjadi lagi pada Selasa 29 oktober 2019 kabar tak sedap datang dari Puskemas Kesatria Pematangsiantar yang beralamat Di Jln Pdt,Justin Sihombing kelurahan Siopat Suhu kec.siantar Timur, Seorang pasien bernama AD diusir dan di tolak berobat ke Puskesmas tersebut.

AD Menjelaskan kepada media ini awal mula penolakan pegawai Puskesmas kepada dirinya ketika mau berobat.

“awalnya saya dan keluarga mendatangi puskesmas kesatria untuk berobat,namun ketika sampai di puskesmas kami disambut oleh salah satu pegawai puskesmas yang bernama Rimbun Tindaon Dan menyakan ada atau tidaknya kartu bpjs kami dan saya jawab ada namun tidak aktif lagi dan kartunya juga tidak saya bawa, namun karena kami tidak dapat menunjukkan kartu bpjs pegawai kembali meminta KTP (Kartu tanda Penduduk) untuk di cek, setelah di cek si pegawai bilang ” kami tidak bisa melayani orang bapak karena kartu bpjsnya menunggak” ucap pegawai tersebut.

Namun si pasien mengatakan silahkan layani aja sebagai pasien umum dan kami siap untuk membayar biayanya, lagi lagi pegawai mengatakan “tidak bisa sialahkan pulang dan bayar dulu bpjs anda” Ketika pasien menanyakan aturanya dari mana buk? Si pegawai puskesmas mengatakan aturanya dari Puskesmas dan dari saya .

Sementara kepala dinas kesehatan kota pematangsiantar saat diminta tangapanya lewat pesan WA terkait adanya penolakan pasien yang berobat ke Puskesmas Kesatria, Kepala dinas tidak menjawab pesan Wa dari wartawan media ini.

Menanggapi kejadian tersebut salah seorang pengurus LTP ( lembaga Transformasi Publik) Johannes sakti sembiring saat di temui dikantornya senin 4/11/19 mengatakan bahwa kejadian seperti penolakan pasien untuk berobat, itu sangat tidak berprikemanusiaan dan tidak benarkan dalam pelayanan kesehatan.

“Jika memang alasan pegawai puskesmas hanya karna iyuran bpjs yang tidak dibayar oleh si pasien makanya tidak di layani untuk berobat kan bisa dilayani dengan pasien umum, karena yang terpenting adalah pelayanan dulu terhadap si pasien karena ini persoalan keselamatan jiwa manusia, kita sangat menyayangkan kejadian seperti ini
Bila perlu kepala puskesmas kesatria itu juga harus diberi sangsi tegas” ucapnya.

Sampai berita ini diterbitkan kepala puskesmas kesatria belum juga bisa diminta tanggapanya atas kejadian tersebut.(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *