Pungli

Diadukan ke Poldasu, DPMPN Simalungun Bantah Pungli Pangulu SIMALUNGUN- Forum Peduli Siantar Simalungun (FPSS) mengadukan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagori (DPMPN) Pemkab Simalungun ke Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu). Laporan Pengaduan dengan Nomor Surat Fps/37/Laporan/X/2019 atas dugaan Korupsi dan Pungli yang dilakukan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Nagori (BPMPN) pada Penebusan SK dan Biaya Pelantikan Pangulu terpilih yang terjadi dua bulan yang lalu. Menanggapi pengaduan tersebut, Kepala DPMPN Pemkab Simalungun, Sarimuda Purba melalui Kepala Seksi Keuangan Lamhot Haloho membantah tuduhan tersebut. Dia menilai hal itu merupakan fitnah yang dialamatkan kepada dirinya.”Ngak ada. Mana buktinya? Jangan asal nuduhlah orang itu. Saya sudah sering difitnah. Sudah 19 tahun saya tugas, selalu saja difitnah. Kalau memang betul, mana buktinya?,” ujar Lamhot, sambil menunjukkan surat pernyataan pangulu Nagori Silampuyang yang menyatakan bahwa tidak pernah DPMPN melakukan pengutipan kepada pangulu.Hanya saja, amatan wartawan, Jumat (11/10) sekira pukul 12.30 WIB, sejumlah pangulu dari Kecamatan Siantar hadir dan melakukan pertemuan tertutup diruangan Kepala DPMPN Simalungun. Belum diketahui agenda dalam pertemuan itu.Sebelumnya, Ketua FPSS Bernaldo J Purba S.Kom, membuat surat Laporan Pengaduan ke Polisi Daerah Sumatera Utara (Poldasu). Bernaldo mengatakan, dasar Laporan Pengaduan karena adanya pernyataan oleh oknum Pangulu atau Kepala Desa.

“Dasar Laporan Pengaduan karena adanya pernyataan oleh oknum Pangulu atas pengutipan sejumlah uang untuk biaya pelantikan dan penebusan SK yang jumlahnya bervariasi dimulai dari Rp 5 juta hingga Rp 10 juta,” katanya.

Selanjutnya, Bernaldo mengungkapkan bahwa alat bukti bukan hanya pernyataan Pangulu atau Kepala Desa tersebut. Ia sudah mengumpulkan alat bukti lain untuk memperkuat surat Laporan Pengaduan.

“Kami sudah mempunyai alat bukti yang kuat, ya itu berupa pernyataan tertulis oleh beberapa Pangulu Nagori dan lengkap dengan rekaman audio yang menyatakan bahwa mereka dikutipi sejumlah uang oleh oknum BPMPN Simalungun. Dalam pernyataan beberapa Pangulu menyebutkan bahwa berinisial LH yang melakukan pengutipan,” ucap Bernaldo.