PTPN IV Unit Marjandi Kembali Ciptakan Banjir Di Simalungun

Oposisi-news.id/Pematangsiantar—Banjir kembali meland Panei tongah,Kecamatan panei Kabupeten Simalungun, hal tersebut diakibatkan oleh adanya hujan yang mengguyur kabupaten simalungun pada hari sabtu (4/04/2020).

Berdasarkan beberapa video yang di unggah warga sekitar dan informasi dari para pengguna jalan bahwa banjir tersebut bersumber dari areal HGU PTPN IV unit Marjandi, Salah seorang pengguna jalan yang mengaku bermarga Sitinjak saat diwawancarai oleh tim reporter media ini terkait banjir tersebut mengatakan bahwa hal ini bukan kali ini saja ia alami melainkan hampir setiap kali hujan di wilayah ini pasti terjadi banjir seperti ini.

“Bukan kali ini saja bang tapi setiap hujan turun pasti banjir disini, dan saya sudah lebih dari tiga kali terjebak banjir ketika melintas dari sini ” pungkasnya

Sementara Jen Cokra Sipayung SE selaku Direktur Eksekutif Koalisi Rakyat Indonesia (KRI) ketika dimintai tanggapannya pada hari minggu (5/04/2020), terkait bencana banjir yang kerap menimpa warga Panei tongah, menjelaskan bahwa kehadiran PTPN IV Unit Marjandi sebagai perusahaan dibawah naungan pemerintah harusnya menciptakan kesejahteraan rakyat bukan justru sebaliknya menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat dengan berulang- ulang kembali menciptakan bencana bagi masyarakat.

“Saya sebagai Direktur Eksekutif Koalisi Rakyat Indonesia sangat menyayangkan hal ini dan kami mendesak kepada Dirut PTPN IV agar segera melakukan pembenahan, atau apabila PTPN IV tidak mampu silahkan untuk angkat kaki dari Sumalungun daripada menciptakan keresehan bagi masyarakat”

Terpisah Vincen Nadeak selaku Humas PTPN IV Unit Marjandi ketika di konfirmasi pada hari sabtu (04/04/2020)
Membenarkan kejadian tersebut dan mengatakan bahwa sejauh ini pihak nya sudah melakukan beberapa hal guna mengantisipasi banjir, seperti menutup parit isolasi dan membuat tanggul baru di HGU PTPN Unit Marjandi.(Ops/Tim).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *