Prihatin Dengan GKPS Saat ini, Sejumlah Pendeta dan Jemaat Gelar Doa keprihatinan

Oposisi-news.id/P.siantar– Sejumlah pendeta dan jemaat GKPS yang mengatas namakan Pemerhati GKPS mengelar doa keprihatinan di lapangan kantor pusat, bertepatan pada tanggal 02 September 2020, dimana tanggal tersebut merupakan hari bersejarah di GKPS. Karena tanggal ini diperingati sebagai hari sampainya Injil di Tanah Simalungun.

Dalam rangka memaknai hari bersejarah tersebut beberapa warga GKPS bersepakat menggelar doa keprihatinan atas pengibahan tanah 4.356 m persegi ke pemko Pematangsiantar, pengerukan, dan penjualan “ribuan” dump truck tanah urukan dari kompleks Kantor Pusat GKPS.

Acara tersebut diselenggarakan pada pukul 09.00 Wib dan dipimpin oleh Ev. Daniel Latif Tondang (Pengkhotbah) Pdt. Ove Purba, S.Th (Ligurgis), Pdt. Rodearni Saragih, S.Th ( Nyanyian) dan Pdt. Barmen Sinaga, M.Th (Doa syafaat).

Dalam kotbahnya Ev. Daneil Latif menyebut bahwa dengan sampainya Injil di Simalungun ada sukacita yang luar biasa, tidak hanya pada manusia tetapi juga pada ciptaan lainnya. Ditegaskan juga bahwa orang-orang yang telah menerima Injil mesti bersatu menjaga ciptaan, terlebih tanah dan lingkungan. Sangat disayangkan jika ada oknum yang menjualnya tanpa tanggungjawab.

Pdt. Defri Judika Purba, S.Th juga menyampaikan narasi sampainya Injil di Simalungun. Ia menegaskan bhwa pada hakikatnya kehadiran Injil telah mengubah kehidupan lebih baik bahkan peringatan akan 117 tahun sampainya Injil harusnya memberi semangat mencintai dan merawat kehidupan termasuk tanah bukan sebaliknya.

Kemudian Pdt. Enida Girsang, M.Th menuturkan narasi tentang “tanah sebagai ibu”. Menurut Pdt Enida Tanah adalah rahim bagi sukacita kehidupan. Ia melahirkan sukacita tidak hanya bagi manusia, tapi juga bagi tumbuhan, hewan dan yang lainnya. Karena itu tanah mesti dihargai, tak boleh dihianati atau dijual. Dengan tegas Pdt. Enida menyebut: “Kita tidak terima kebijakan Pimpinan Pusat berpihak pada penguasa dan pengusaha saja tapi harus berangkat dari peraturan dan prosedur yang berlaku di GKPS.

Pdt. Barmen Sinaga, M.Th dalam doa syafaatnya menyebut bahwa warga gereja yang hadir dalam acara tersebut adalah orang yang “menangis dan menjerit” seperti bangsa Tuhan. Adapun tangisan itu dikarenakan penghibahan tanah yang bermasalah, pengerusakan alam dengan pengurukan tanah dengan dalih pembuatan danau mini di komplek Kantor Pusat. Dalam doanya Pdt. Barmen berharap agar Tuhan kiranya memberikan roh keberanian kepada pendeta, penginjil, dan warga GKPS dalam mengungkap dan mempertahankan kebenaran. Semua itu sebagai bukti sukacita telah 117 tahun Injil sampai di Simalungun oleh RMG dengan mengutus Pdt. Agus Theis dari Jerman.

Acara tersebut dihadiri tujuh puluh orang yang terdiri dari dua orang anggota Majelis Gereja utusan pendeta, pendeta, penginjil, Anggota Sinode Bolon terpilih, Pimpinan Majelis, sintua, syamas dan warga GKPS, diantaranya Pdt. Berlian Saragih, M.Litt, Pdt. Pendi Jasman Sinaga, S.Th, Pdt. Pandapotan Haloho, M.BA Pdt. Ruslen Munthe, S.Th, MA, Pdt. Jeddi Saragih, M.Th, Pdt. Donesarsen Saragih, S.Th, St. Drs. Ubahman Sinaga, M.Si, St. Renni Sinaga, Spd, dan yang lainnya.

Dalam ibadah tersebut tampak semangat peserta. Pdt. Dr. Jusni H. Saragih juga ikut ambil bagian dengan memimpin narasi penanaman pohon di bibir danau buatan. Penanaman pohon itu adalah bentuk komitmen bersama menjaga tanah dan lingkungan termasuk milik GKPS.

Menurut Pdt. Dian Putera Sumbayak, S.Th dan Pdt. Japoltak Sipayung, S.Th sebagai koordinator acara, para peserta datang dengan bersemangat dari berbagai wilayah yakni dari Distrik 1, Distrik 2, Distrik 3, Distrik 4, Distrik 5, Distrik 7, dan Distrik 9. Dan kehadiran peserta masih dibatasi mengingat suasana covid-19. Artinya banyak warga yang turut prihatin dengan kondisi “Tanah Bolon” GKPS.

Dapat ditambahkan bahwa warga GKPS yang menggelar doa keprihatinan tersebut telah melakukan audiensi hingga somasi ke Pimpinan Pusat GKPS.

Setelah acara ibadah tersebut selesai para peserta membubarkan diri dgn tertib. Dan kembali ke daerah masing-masing.(Ops/Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *