Polres Siantar ” Peti Es kan ” kasus Pengrusakan Selama lima Tahun

Oposisi-news.id/Pematangsiantar– Syahman Ginting, warga Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Pematangsiantar, merasa resah. Pasalnya Lima tahun sudah pengaduannya terkait pengrusakan lahan miliknya belum kunjung diproses oleh pihak polres siantar.

Syahman menjelasakan, semula persoalan yang dia hadapi terjadi pada 18 Februari 2015 lalu. Dia melihat terjadi pengrusakan berupa penebangan tanaman di kebun miliknya yang dikomandoi oleh Roy Simangunsong.

Roy adalah putra Paima boru Simatupang, yang mengaku kebun milik Syahman Ginting dan sejumlah warga lainnya adalah miliknya.

Melihat pengrusakan tersebut, Syahman mencoba melarang. Namun tak diindahkan oleh Roy. Kemudian karena merasa ada pelanggaran hukum, Syahman dan seorang warga lainnya R. boru Sinaga mendatangi Polsek Siantar Martoba untuk melaporkan kejadian.

Namun petugas bermarga Manik dan Nainggolan menolak laporan dengan alasan bahwa tanah mereka tersebut belum memiliki sertifikat.

Karena pengaduan ditolak, keduanya mendatangi Polres Pematangsiantar untuk melaporkan hal yang sama. Lagi-lagi oleh petugas bermarga Sijabat, laporan mereka dinyatakan tidak bisa diproses dengan alasan serupa, yakni lahan belum bersertifikat.

Polisi lalu menyarankan Syahman membuat laporan tertulis. Dia pun membuat pengaduan tertulis dan disampaikan ke Polres Pematangsiantar.

Lalu pada 13 Maret 2015, Kapolres Pematangsiantar kala itu, AKBP Slamet Leosiono memangil Syahman.

Kapolres memediasi persoalan tersebut, dihadiri perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pematangsiantar, Syahman sebagai pelapor dan Paima boru Simatupang.

Dalam pertemuan, Kapolres Pematangsiantar meminta Paima boru Simatupang untuk membuktikan bahwa tanah tersebut benar miliknya. Namun, dia tidak mampu membuktikan.

Di hari yang sama, Kapolres Pematangsiantar memerintahkan Paima boru Simatupang tidak lagi melakukan pengancaman, dan pengrusakan terhadap pelapor.

Apabila dia kembali melakukan tindakan tersebut, Kapolres Pematangsiantar akan menangkap dan memasukkannya ke dalam penjara.

Namun, baru-baru ini melalui Ketua RT bernama Langkit Saragih, Syahman memperoleh informasi bahwa Lurah Tanjung Pinggir menyebut akan ada pengukuran ulang tanah di lahan mereka yang nantinya dihadiri BPN dan pengacara Paima boru Simatupang.

“Ini kan jelas sudah melanggar hasil gelar perkara di Polres Pematangsiantar tahun 2015 lalu,” ujar Syahman, ditemui Rabu (12/8/2020).

Dia mengaku kecewa dan meminta Kapolri, Komnas HAM, Kapolda Sumut, dan Kapolres Pematangsiantar segera memproses kembali laporannya terdahulu yang sudah disampaikan secara tertulis.

“Karena Ibu Paima Simatupang telah mengingkari janjinya dan meminta agar pelaku pengrusakan lahan kami segera ditangkap,” ujarnya.

Lurah Tanjung Pinggir dihubungi Rabu (12/8/2020) terkait rencana pengukuran ulang lahan oleh BPN, belum bersedia memberikan keterangan.(Ops/Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *