Pilkada Siantar Menghangat,Etnis Simalungun diminta pilih kolom kosong

Oposisinews – Pematangsiantar

Lewat status face book nya, Jan Wiserdo Saragih , inisiator Gerakan Kebangkitan Simalungun Bersatu ( GKSB) yang saat itu dikenal memimpin pergerakan perlawanan terhadap Hefriansyah Walikota Pematangsiantar yang dianggap menista Simalungun menuluskan dalam statusnya ” Harkat dalam kolom Kosong “.

Dalam tulisan tersebut Jan Wiserdo Saragih mencatakan bahwa saat terjadinya penistaan terhadap etnis Simalungun di Pematangsiantar oleh Panitia , Kepala Dinas dan Hefriansyah, Etnis Simalungun telah memberikan perlawanan yang sangat keras , dan alam telah menghukum Hefriansyah dengan tidak dapat menjadi calon Walikota Pematangsiantar

Masih dalam tulisan tersebut dituliskan juga bahwa idealnya , saat ini Etnis Simalungun harusnya melipat gandakan kerasnya kekuatan memberikan perlawanan kepada calon tunggal yang sedikitpun tak memandang , tak perduli , tak menganggap dan tak berfikir Etnis Simalungun itu ada sebagai Sipukkah Huta atau Simada Talun.

Menurut Jan Wiserdo dalam tulisan tersebut di Siantar ada Ephorus GKPS , ada IKEIS ( Ikatan keluarga Islam Simalungun), Ada PMS (Partuha Maujana Simalungun), ada HIMAPSI ( Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun ) dan banyak tokoh-tokoh personal lainnya, namun tak satu pun ini yang di anggap ada sebagai sipukkah huta. Tetapi justru kelompok lain yang bukan Sipukkah Huta yang lebih agung dan lebih dijunjung tinggi di tanah Sapangambei Manoktok Hitei ini.

Cucu tokoh Simalungun Pdt. J.Wismar Saragih ini bahwa kebencian terhadap Hefriansyah yang menista Etnis Simalungun, tak ada benang merahnya sedikitpun dengan menyukai atau mendukung calon tunggal, karena calon tunggalbyang ada saat ini lebih terbuka kembali menista Etnis Simalungun.

Dalam tulisan ini juga , ada seruan yang meminta agar Etnis Simalungun yang masih mau perduli dan merasa pentingnya harkat dan martabat Etnis Simalungun sebagai sipukkah huta , agar memilih kolom kosong karena letak harga diri dan harkat martabat Etnis Simalungun sebagai sipukkah huta di Pematangsiantar adalah di kemenangan kolom kosong.

Dalam penutup tulisannya , dinyatakan bahwa ia sangat menghormati pemikiran lain tentang kolom kosong ini karna pasti banyak sisi lain atau kepentingan lain mempengaruhi cara melihat nya.

Saat tulisan ini di konfirmasi , Jan Wiserdo Saragih menyatakan bahwa tujuan tulisan itu khusus kepada Etnis Simalungun yang masih mau menjaga dan perduli harkat dan martabat Etnis Simalungun sebagai tuan rumah di Simalungun.

Saat ditanyakan bahwa calon tunggal sudah ada melakukan penghormatan kepada lembaga Simalungun, Jan Wiserdo justru menjawab bahwa itu dilakukan setelah ia membuat tulisan di face booknya.

Lihatlah tanggal berapa beliau bertemu dengan tokoh dan lembaga Simalungun , semua setelah kami tuliskan kemenangan Simalungun di kotak kosong baru berfikir bahwa Simalungun ada, tetapi kelompok lain justru lebih dahulu di hormatinya , bagi kami ini penistaan bentuk lain, ujar Jan Wiserdo via telepon mengakhiri.(Ops/tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *