Persidangan “Aneh” Di PN.Siantar

Oposisi-news.id/Pematangsiantar
Kasus Pengeroyokan yang dialami R.doloksaribu pada Tanggal 9/03/2020 lalu di pasar parluasan, yang dilakukan oleh Poltak gompuler simangunsong bersama kawan-kawanya sudah sampai ke meja hijau.

Namun dalam persidangan yang dilakukan di Pengadilan Negeri Pematangsiantar terdapat beberapa kejanggalan dan keanehan, dimana dalam sidang perdana pada tanggal 1 juli 2020 pihak kejaksaan melalui JPU Henny A Simandalahi,SH tidak memberikan undangan resmi kepada saya selaku korban, hanya menghubungi saya via hand phone seluler untuk datang menghadiri sidang, ujar Roy dolok saribu.

Selain itu didalam persidangan, saksi fakta yang memberatkan tidak pernah di hadirkan dipersidangan, justru saksi yang meringankan yang dihadirkan dipersidangan yang tak lain istri dari terdakwa, dan selanjutnya disidang berikut senin 20 juli 2020 langsung Tuntutan, tentu ini sangat aneh tanpa keterangan saksi langsung tuntutan,kata Roy saat ditemui di Pengadilan Negeri siantar,20/07/20.

“Ada beberapa kejanggalan bang dalam kasus ini, mulai dari tingkat penyidikan sampai sekarang di persidangan, ini jelas yang saya alami murni pengeroyokan namun penerapan pasalnya 351 KUHP pada hal seharusnyakan 170 KUHP, Baru setelah di persidangan saksi fakta yang memberatkan tidak di hadirkan dipersidangan dan langsung agenda tuntutan.

Menanggapi hal itu Praktisi hukum Christ Januari Naingolan,SH saat diminta tanggapanya terkait keanehan persidangan di PN Siantar, Ia mengatakan bahwa menurutnya itu sudah menyalahi mekanisme persidangan sebagai mana dalam hukum acara pidana, karna apa dasar jaksa membuat tuntutan tanpa mendengar saksi fakta yang memberatkan di persidangan, dan apa dasar majelis hakim nantinya memponis terdakwa tanpa mendengar materi perkara dari keterangan saksi-saksi fakta yang memberatkan.

Jika majelis hakim berpendapat bahwa sudah mempunyai keyakinan dengan dua alat bukti sehingga tidak perlu lagi menghadirkan saksi fakta yang memberatkan, namun kenapa saksi yang meringankan terdakwa yang tak lain istri terdakwa dihadirkan di persidangan? tentu inikan sangat aneh, ujar Nainggolan saat ditemui senin 20/07/2020.

Pada halkan sudah jelas mengenai asas praduga tak bersalah dapat dilihat dalam Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang No. 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, yang berbunyi,

“Setiap orang yang disangka, ditangkap, ditahan, dituntut, atau dihadapkan di depan pengadilan wajib dianggap tidak bersalah sebelum ada putusan pengadilan yang menyatakan kesalahannya dan telah memperoleh kekuatan hukum tetap.”

“Itu artinya kebenaran materil itu harus berdasarkan keterangan para saksi, baik saksi fakta yang memberatkan di persidangan, dan saksi lainya, jika keterangan saksi tidak di hadirkan apa nantinya dasar majelis menjatuhkan vonis terhadap terdakwa? Tanya nya.

Majelis hakim yang menangani perkara ini Danar dono ,SH selaku hakim ketua dan simon charles pangihutan sitorus,SH dan Hendri agus ,SH,MH Sebagai hakim anggota Belum berhasil dimintai tanggapanya terkait persidangan itu.

Jaksa penuntut umum Henny A Simandalahi,SH.saat di konfirmasi terkait tidak dihadirkanya saksi dipersidangan, JPU tidak memberi Jawaban apapun meski pesan yang dikirimkan terlihat telah dibaca.(Ops/Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *