Pernah ditangkap Poldasu,RP kini di duga Kuasai Togel di Siantar – Simalungun

Oposisinews – Simalungun

Meski sempat ditangkap personil unit V subdit III/Umum Ditreskrimum Polda Sumut saat sedang tidur di kediamanan nya di jalan nagur, kelurahan martoba,kecamatan siantar Utara pada hari selasa (3/12/2014) lalu tampak nya tak menimbulkan efek jera bagi RP.

Pasalnya beredar informasi ditengah masyarakat siantar – Simalungun bahwa bandar togel berinisial RP itu diduga kembali menjalankan bisnis judi tebak angka tersebut yang mengakibatkan keresahan ditengah-masyarakat Siantar- Simalungun.

Salah seorang masyarakat pematangsiantar R.Sinaga ketika di wawancarai oleh tim media ini pada hari senin (8/10/2020) mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang ia peroleh ditengah masyarakat,nama yang berinisial RP ini menguasai wilayah siantar-simalungun

Saat ditanya siapakah RP yang dia maksut, sumber menjawab bahwa RP itu Orang siantar beralamat di jalan nagur bermarga Pane yang dalam menjalankan bisnis nya dibantu oleh saudaranya yang biasa di panggil dengan sebutan “Pukdin”

“Sekarang infonya dia dibantu si pukdin bang dalam menjalankan bisnis haram nya,”Ujarnya

Terpisah Ketua GEPSIS(Gerakan Pemuda Siantar Simalungun),Hamson Saragih, ketika dimintai keterangan nya pada hari senin (8/10/2020) sangat menyayangkan ketika masih ada oknum berani menjalankan bisnis haram jenis tebak angka di Pematangsiantar – Simalungun

Hamson Saragih menambahkan bahwa ketika ada oknum yang berani menjalankan bisinis togel di pematangsiantar dan Simalungun tersebut menunjukan bahwa penegakan hukum di Wilkum Polres Pematangsiantar dan Simalungun masih belum berjalan dengan baik,ujar Hamson.

Ketika ditanyakan langkah apa yang akan dilakukan oleh GEPSIS,hamson menjawab akan segera menyurati Kapolda Sumut,Irjen Pol Martuani Sormin,Msi untuk memerintahkan anggota nya turun langsung ke wilayah siantar – Simalungun guna memberantas kegiatan judi yang meresahkan masyarakat.(Ops/Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *