Pendataan Warga Penerima Bansos Di Siantar Amburadul

Oposisi-news.id/P.siantar— Pendataan warga penerima bansos (bantuan sosial) yang dilakukan Pemerintah kota Pematangsiantar di beberapa kelurahan Amburadul dan tidak tepat sasaran, hal ini terlihat masih banyaknya masyarakat yang seharusnya dapat justru tidak dapat.

Seperti yang tim media ini temukan di kelurahan Martoba dan Asuhan pendataanya amburadul, melalui  Rukun Tetangga ( (RT) dan Relawan Kelurahan diduga masih Nepotisme, Hal itu terbukti masih banyak ditemukan warga tidak mampu yang tidak mendapat bansos baik dari Kemensos dan Sembako dari Pemko Siantar yang terdampak akibat dari Covid-19.

Ironisnya lagi, hal ini terjadi hingga belasan bahkan puluhan tahun lamanya, seperti penuturan wanita beranak tiga berinisial YU (32) Warga Jl  Singosari, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara saat ditemui wartawan Senin 27/4/2020, sekitar jam 10.00 wib mengaku sama sekali tidak pernah mendapatkan bantuan jenis apapun dari pemerintah meski sudah 5 tahun lamanya tinggal di Jalan Singosari.

” Sudah 5 tahun mengontrak rumah di Jalan Singosari tapi gak pernah mendapat bantuan apapun dari pemerintah hingga sampai sekarang ini.

Menurut pengakuan YU, ia dan ketiga anaknya yang masih bersekolah sudah 4 bulan pindah rumah dari Jalan Singosari ke  Kel Kahean, Kecamatan Siantar Utara namun KK dan KTP nya masih beralamat di Kelurahan Martoba , Kecamatan Siantar Utara. Disamping itu, YU juga mengaku sudah melaporkan ke Kantor Kelurahan Martoba dengan membawa KK dan KTP asli bahwa sanya ia sudah beralamat di Kelurahan Kahean sembari menyerahkan 1 lembar foto copy KK dan KTP kepada salah seorang pegawai pria dikantor Kelurahan Martoba yang kebetulan saat itu lurah Martoba sedang tidak berada di tempat.

“Baru 4 bulan ini aku dan ketiga anakku pindah rumah ke Kelurahan Kahean, dan sudah kulaporkan ke Kantor Lurah Martoba 3 minggu sebelum pembagian sembako dari pemko siantar aku sudah melaporkan dan memberikan foto copy KK ku ke Kelurahan Martoba kalau aku sudah pindah rumah ke Kelurahan Kahean, Kecamatan Siantar Utara KK dan KTP ku masih alamat di Kelurahan Martoba,” Ucapnya.

Lebih ironisnya lagi, YU mengaku semenjak tinggal di Jalan Singosari YU tidak pernah di data baik dari ,RT maupun dari Relawan TKSK yg ada di kelurahan Martoba.

“Kurang lebih 5 tahun saya tinggal di Jalan Singosari tak pernah ada petugas baik RT maupun Relawan TKSK Kelurahan yang mendata,” beber Ibu tiga orang anak ini.

Hal yang sama terjadi terhadap janda berinisial EH (42) dan EHS (50) Warga Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Asuhan, Kecamatan Siantar Timur saat ditemui di kediamannya EH mengaku udah 19 tahun lamanya tidak pernah mendapatkan bansos dari pemerintah.

“Sudah 19 tahun saya mengontrak rumah dan memiliki KK dan KTP di Jalan Ahmad Yani ini Belum pernah sama sekali saya mendapatkan bansos dari pemerintah,” beber janda anak dua ini.

EH juga mengaku tidak pernah RT maupun Relawan TKSK di Kelurahan datang kerumahnya untuk mendata.

“Gak pernah RT maupun Relawan mendata aku bg, gak pernah itu, mungkin karena kami orang yang gak punya jadi sebelah mata memandang kami,” sebut EH memelas.

Pengakuan EH dialami juga oleh EHS yang mengaku memiliki KK dan KTP di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Asuhan, Kecamatan Siantar Timur namun tak pernah mendapatkan bansos dari pemerintah 25 tahun lamanya.”

Saat ditanya wartawan, EH mengaku tidak pernah didatangi RT dan Relawan TKSK di Kelurahan melakukan pendataan.

“RT dan Relawan Kelurahan gak pernah mendata aku, Itu pun kemarin karna kuantar sendirinya kk ku ke kantor lurah makanya ada namaku di daftar penerima yang ditempel di papan tulis kantor lurah, namun saat aku datang mau mengambil sembakonya,pihak kelurahan justru mengatakan, ibu tidak penerima sembako tapi penerima dari bantuan pusat,” kata EH mengakhiri.

Terpisah, Lurah KelurahanAsuhan, Kecamatan Siantar Timur, Flas Gordon Siregar sedang tidak berada di ruang kerjanya menurut salah satu pegawai wanita di kantor kelurahan Asuhan itu(Ops/Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *