Pangulu Nagori Simbolon Tengkoh Ciptakan kegaduhan.

OPosisi-news.id/Simalungun- Mardi Saragih warga Kabupaten Simalungun Nagori Simbolon tengkoh kec.Panombean panei, merasa dirugikan setelah adanya peryataan pangulu Nagori simbolon tengkoh Kardo Efendi Saragih yang menyatakan Mardi saragih  diduga terkena Virus corona atau Covid-19  tersebar di media sosial whatshapp hingga akhirnya viral.

Informasi yang tersebar di tengah masyarakat Nagori simbolon tengkoh bahwa dalam peryataan pangulu di wa Grup mengintruksikan kepada para gamot untuk segera mencek warganya yang baru pulang dari Jakarta,
akibat dari beredarnya peryataan pangulu, mardi saragih jadi dikucilkan dan terasing oleh warga, padahal menurut Mardi bahwa sebelumnya dirinya sudah memeriksakan dirinya ke petugas kesehatan dan hasilnya baik-baik saja.

“saya sangat menyayangkan peryataan pangulu Nagori sombolon tengkoh itu, yang menyebarkan informasi tanpa terlebih dahulu mendapat data dari petugas kesehatan namun dia langsung mengumbar informasi yang tidak jelas terhadap RT melalui Wa Grup sehingga Akibatnya, banyak warga menjauh dan mengucilkan saya”.ungkapnya kepda media Oposisi-news.id senin(30/03/2020)

Mardi menceritakan, sebelum Peryataan pangulu itu tersebar yang menyatakan dirinya diduga terkena virus covid-19 ia sudah memeriksakan kondisi kesehatannya di jakarta dan bahkan setelah sampai di Nagori simbolon tengkoh ia juga sudah memeriksakan kesehatanya dan hasilnya baik-baik saja.

Bahkan setelah peryataan pangulu itu firal di tengah masyarakat saya langsung pergi ke puskesmas panombeian panei, namun tidak ada gejala apapun yang ditemukan, ucap mardi saat ditemui di puskesmas panombeian panei.

“Jadi peryataan pangulu itu kliru dan tidak benar,namun itu fitnah yang merugikan saya dan keluarga saya”

Ditempat yang sama di puskesmas panombeian panei camat panombeian panei Gantinius bangun saat di wawancarai media ini mengatakan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan segera memanggil pangulu Nagori simbolon tengkoh, dan besok kami bersama dengan pihak puskesmas akan turun langsung ke Nagori simbolon tengkoh untuk memberi penjelasan langsung kepada warga masyarakat, sehingga tidak ada penyampain informasi yang kurang tepat seperti yang dinyatakan pangulu nagori simbolon tengkoh itu yang sudah membuat resah masyarakat.ucapnya.

Jadi apa yang pangulu katakan itu adalah keliru, status pak saragih ini hanyalah sebagai ODP (Orang dalam Pemantauan) Jadi setiap orang yang baru datang dari luar daerah itu dinamakan ODP Bukan betarti sudah terkena, saya saja kalau pulang dari medan disebut ODP, akhirnya.

Terpisah pangulu Nagori simbolon tengkoh Kardo Saragih saat mau di konfirmasi, sayang pangulu tidak ada di kantornya, dan saat dicoba menghubungi lewat sambungan telpon,terdengar nada tidak aktif.(Ops/Tim).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *