Oknum Petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar Aniaya Warga Binaan

Oposisinews//Pematangsiantar-

Oknum petugas Lapas Narkotika Kls IIA – Pematangsiantar Kec.Raya Kab.Simalungun diduga melakukan penganiayaan terhadap salah seorang warga binaan berinisial JH di Lapas Narkotika Kls IIA – Pematangsiantar Kec.Raya Kab.Simalungun

dugaan penganiayaan tersebut diketahui dari orangtua warga binaan berinisial JH yang merupakan warga kota Medan pada hari sabtu (8/8/2020)

Kuasa Hukum korban,Sepri Ijon Maujana SH MH menjelaskan bahwa sesuai informasi yang kami peroleh, bahwa benar korban dipukul oleh 4 (empat) orang petugas Lapas (sipir)
Adapun yang menjadi penyebab pemukulan tersebut, dikarenakan adanya teriakan para penghuni kamar (warga binaan) yang sekamar dengan korban dikarenakan pada saat itu air mati (tidak jalan)

Bahwa atas insiden pemukulan tersebut, korban mengalami luka memar pada sebagian dari bagian tubuhnya seperti bagian kepala, mata, punggung dan tangan serta membuat korban menjadi trauma

Melihat kejadian tersebut, keluarga korban merasa keberatan dan tidak terima terhadap perlakuan para petugas lapas tersebut terhadap anaknya kemudian,pada hari Senin (7/8/2020) kami selaku kuasa hukum mendampingi keluarga korban untuk membesuk korban sekaligus memastikan keadaan kesehatan korban, namun sayang kami harus kembali karena tidak diperkenankan masuk oleh petugas lapas yang sedang piket jaga saat itu,Ujar Sepri

” tidak boleh membesuk korban JH karen belum adanya izin untuk memberlakukan new normal perihal pandemi covid 19,”ujar sepri menirukan ucapan petugas Lapas tersebut

Maka atas dasar kekecewaan keluarga korban tersebut, ibu korban kemudian membuat laporan pengaduan polisi di Polres Simalungun dengan STTLP Nomor : STPL/123/VIII/2020/Simal, dengan 4 (empat) orang petugas Lapas sebagai Terlapor

“Bahwa perlu kami tegaskan, bahwa tindakan kekerasan demikian tidak dibenarkan oleh hukum dan peraturan perundangan-undangan kita,” kata Sepri lagi

Masih Sepri, pemerintah RI telah meratifikasi konvensi tentang menentang penyiksaan dan perlakuan atau penghukuman secara kejam, tidak manusiawi dan merendahkan martabat manusia yg tercover dalam UU No.5/1998,disamping itu, tindakan tersebut juga adalah dugaan tindak pidana penganiayaan sebagaimana dimaksud pada pasal 351 KUHP pidana.

Kami berharap ada itikad baik dari 4 (empat) orang petugas untuk mengklarifikasi, meminta maaf, memberikan garansi perlindungan moral dan moril dan tindakan yang tidak diskriminatif terhadal korban dan seluruh warga binaan dan kami meminta kepada Kalapas Narkotika Kls IIA Pematangsiantar Kec.Raya Kab.Simalungun, Kakanwil Kemenkumham Wilayah Sumut, Menkumham RI dan Presiden RI agar memberikan perhatian khusus terhadap kejadian seperti yang dialami korban dan memberikan sanksin tegas berupa pemecatan jika ada petugas lapas yang terbukti melakukan penganiayaan terhadap warga binaan tanpa terkecuali,Ujar nya mengahiri.(ops/Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *