Mohon Keadilan Hukum

Oposisinews – Simalungun

Polres Simalungun mengamankan dua bersaudara kandung di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) karena di duga mencabuli anak tetangga yang masih berusia enam tahun.

Kakak beradik ini berinisial JS (19) dan LS (16), warga Raya Tongah, Kabupaten Simalungun. Mereka diduga mencabuli korban bersama-sama sebanyak dua kali pada Juli 2020 lalu.

Namun menurut orang tua terduga pelaku ada yang ganjil dalam proses hukum yang saat ini dijalani oleh kedua anak nya tersebut

J.Sinaga,orang tua terduga pelaku kepada tim media ini pada hari kamis (23/9/2029/) menjelaskan bahwa pihak keluarga korban terkesan memaksakan bahwa pelaku pencabulan terhadap anak mereka.

J.Sinaga menambahkan,bahwa sebelum proses ini berlanjut ke aparat penegak hukum, pihak keluarga korban sudah pernah mendatangi rumah nya untuk meminta berdamai agar persoalan tersebut diselesaikan secara keluaraga, namun karena kedua anak nya mengakui tidak pernah melakukan hal tersebut mereka pun mengatakan apa yang ingin didamaikan karena anak mereka tidak bersalah, Ujarnya

“Tgl satu september datang orang tua korban kerumah mengajak damai,karena anak kami nggak bersalah kami tanyak untuk apa kita berdamai,”

Masih sinaga,bahwa awalnya yang dicurigai oleh orang tua korban adalah anak dari adik mereka (anak kandung adik orang tua korban),namun karena yang di duga melakukan pencabulan adalah anak adik orang tua korban mereka terkesan mendiamkan persoalan tersebut dengan alasan bahwa opung (nenek) korban sedang sakit di rumah nya.

Namun tiba-tiba mereka menuduh anak kami dengan dasar pengakuan yang di rekam oleh orang tua korban, yang dalam rekaman tersebut menyebut nama anak kami lah pelakunya,ujar sinaga

“Kalau memang anak kami pelaku nya kami siap anak kami di hukum seumur hidup atau di hukum apa pun sesuai hukum yang berlaku, “

Sebagai masyarakat kecil yang tidak punya apa-apa kami memohon keadilan hukum jangan ada pemaksaan untuk menetapkan anak kami sebagai pelaku kalau memang anak kami tidak melakukan nya, karena pada saat dilakukan pemeriksaan anak kami L.Sinaga juga tidak pernah mengakui melakukan hal tersebut karena pada saat pemeriksaan kami mendampingi anak kami dikarenakan masih dibawah umur, Ujar Sinaga.

Kami berharap bapak Kapolres Simalungun dan semua aparat penegak hukum lain nya dengan seadil-adil nya karena masa depan anak kami masih panjang.(Ops/tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *