Lapor Pak Kapolres!!! BD Togel SN & S Supaya segera diselidiki.

Foto : Ilustrasi Tebak Angka

OposisiNews-Pematangsiantar

Hingga saat ini, judi jenis Togel dan Kim masih marak di Kabupaten Simalungun terkhususnya di Kecamatan Tanah Jawa, Hatonduan, Tigadolok, Panei Tongah, Raya dan Jorlang Hataran. Tentunya dengan adanya barang haram tersebut, perekonomian masyarakat setempat pun menjadi aburadul.

Menurut keterangan dari salah seorang mantan penulis togel Rabu (04/03/2020) sekira jam 10.00 wib, kepada kru media ini mengaku selama ini permainan judi jenis  togel dan kim sudah berlangsung sekian lama yang dimotori oleh pemain lama yaitu yang berinisial SN dan S. 

Informasi yang diperoleh kru media ini dari penulis togel ini, beberapa nama bandar besar togel dan bandar sendiri (Banser) di Simalungun ini antar lain S Nainggolan, warga Tanah Jawa, yang menjalankan bisnis haramnya di wilayah Tanah Jawa Sekitarnya. Kemudian, ada juga banser marga Sinaga, warga tanah jawa, yang menjalankan bisnisnya di wilayah Simpang tangsih sekitarnya.

Selanjutnya, ada PR, warga Siantar marihat menjalankan bisnisnya di wilayah Panombeian Panei, dan Simarimbun. Kemudian S bisnisnya di Raja Maligas.

Ada juga Landit dan Siburian yang menjalankan bisnisnya di dekat SMP N 1 Tigadolok. Baru Pa Neno yang menjalankan bisnisnya di Jorlang Hataran. Dan yang terakhir untuk wilayah Raya di jalankan oleh Rivai.

“Kesemua nama-nama itu seolah kebal hukum, sehingga menimbulkan tandatanya besar di kalangan masyarakat,” bilangnya.

Situasi ini, sambung sumber ini sekaligus menunjukan kelemahan aparat kepolisian dalam menyikapi aksi perjudian. Bahkan seperti yang diungkapkan salah seorang penulis togel ini, ada kecurigaan bahwa praktik judi tersebut seolah-olah dilegalkan karena adanya keterlibatan oknum aparat yang membekingi.

“Permainan judi togel secara hukum dilarang pemerintah. Namun para bandar tetap beroperasi. Bahkan semakin mengembangkan sayap dengan meluaskan jaringannya sampai ke daerah terpencil,” katanya.

Diceritakannya lagi, dengan adanya judi togel ini, masyarakat pun selalu cenderung menafsirkan mimpinya. ‘Mana tau rezeki’ menjadi pameo yang akhirnya membuat masyarakat kecanduan. “Kepolisian sebagai garda terdepan dan rananya menyikapi kasus hukum tersebut diminta harus tegas tanpa ada kepentingan lain,”tutupnya.

Untuk memastikan adanya informasi tersebut, salah satu kru media ini pun mencoba untuk mengkonfirmasi Kapolres Simalungun ke ruang kerjanya sekira jam 11.00 wib namun belum juga berhasil dimintai komentarnya, Terpisah humas polres simalungun yang dihubungi lewat sambungan telpon tidak diangkat meski terdengar nada aktif dan pesan Wa yang dikirimkan juga tidak di balas (Ops/Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *