Kasus Pemalsuan Dokumen di SMA N 3 Siantar Ditangani Ombudsman RI

Foto : Surat Ombudsman

Oposisi-news.id/Pematangsiantar

Pemalsuan dokumen dan akta autentik yang diduga dilakukan oleh Z selaku Kepala SMA Negeri 3 Pematangsiantar, Sumatera Utara, terus berlanjut.

Selain dilaporkan ke Polres Pematangsiantar, dia juga dilaporkan ke Ombudsman RI di Jakarta.

Hal ini dibuktikan adanya surat balasan dari lembaga tersebut kepada Lavpropa Saragih sebagai pihak pelapor.

Lavpropa menjelaskan, Ombudsman RI merespons baik laporannya dan sudah memintanya melengkapi berkas laporan.

Di antaranya, bukti laporan ke Dinas Pendidikan atau Unit Pelaksana Teknis Daerah, bukti laporan ke pihak kepolisian, dan bukti pendukung lainnya.

Lavropa mengatakan, dia siap untuk melengkapi bukti-bukti tersebut.

“Saya sebagai pelapor siap untuk melengkapi bukti-bukti tersebut dan akan tetap mengawal kasus ini sampai tuntas,” katanya kepada media ini, Jumat (14/8/2020).

Sebelumnya, Lavropa melaporkan kasus ini ke Polres Pematangsiantar atas dugaan pemalsuan dokumen dan akta autentik terhadap salah seorang siswa SMA Negeri 3 yang diluluskan, padahal siswa dimaksud tidak pernah masuk sekolah.

“Tentukan ini sangat aneh dan luar biasa,” kata Lavropa.

Dia juga sangat menyayangkan lambannya proses penyelidikan yang dilakukan petugas Polres Pematangsiantar.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Pematangsiantar-Simalungun, Darwin Purba saat dikonfirmasi secara terpisah pada Jumat (14/8/2020) mengatakan, bahwa sejauh ini mereka hanya menunggu proses di kepolisian.

“Kami sifatnya menunggu proses, Pak,” ujarnya.(Ops/Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *