Jelang Pilkada, JR.Saragih kembali lakukan kebijakan kontroversial.

OposisiNews-Simalungun

JR.Saragih kembali lakukan kebijakan kontroversial dengan menaikan gaji Pangulu dan seluruh Perangkat Nagori,
Ternyata bukan hanya kali ini namun kebijakan-kebijakan seperti ini selalu di lakukan oleh JR.Saragih setiap kali menjelang perhelatan pesta demokrasi guna memenangkan nya di Pertarungan Pilkada, Namun beda nya kali ini JR.Saragih kembali melakukan kebijakan kontroversial itu untuk memenangkan Abang kandung JR.Saragih yang saat ini sedang di gembor-gemborkan ikut ambil bagian dalam kontestasi Pilkada Serentak 2020.

Berikut Cuitan Jan Wiserdo Saragih yang kami kutip dalam akun media sosialnya yang mengkriitis kebijakan kontroversial JR.Saragih

Ada senyum sumringah Pangulu Nagori di Simalungun saat Bupati Simalungun menaikkan gaji seluruh Pangulu Nagori dan perangkatnya , dari Rp. 4.500.000 jadi Rp 5.500.000 dan perangkat Nagori dari Rp 1.000.0000 jadi Rp 1.250.000 dan berlaku sejak Januari 2020.

Mungkin persis sama senyumnya Pangulu Nagori dengan senyum penerima beasiswa tahun 2015 yang banyaknya 16.764 orang dan senyum 5.000 tenaga honorer yang diangkat tahun 2017.

Tapi , ini lah catatan Pemberian beasiswa dan Pengangkatan Honorer yang berhubungan dengan tahun Pilkada.

  1. Sebelum Pilkada Simalungun tahun 2015, anggaran untuk beasiswa hanya Rp 23.818.000., namun tahun 2015 tiba – tiba naik 74.220 jadi Rp. 17.620.000.000.
  2. Namun Setelah selesai Pilkada Simalungun, Tahun 2016 anggaran untuk beasiswa kembali turun lagi jadi Rp. 1.427.000.000. Hal ini juga berarti jumlah penerima beasiswa langsung berkurang 15.371 orang.
  3. Tahun yang sama 2015, ada juga peningkatan anggaran gaji honorer dari Rp. 12.967.785.000 di tahun 2014 , naik jadi Rp.55.417.900.000. Tapi setelah pilkada pada tahun 2016 turun lagi jadi Rp 33.245.000.000.
  4. Tahun 2017 saat Pilgubsu, Pemkab Simalungun menerima honorer mencapai 5.000 orang dan peningkatan anggaran gaji honorer tahun 2016 Rp. 33.245.000.000 dan Tahun 20017 naik jadi Rp. 120.877.000.000.( wow… 120 miliar ).
  5. Tahun 2018, gaji honorer yang sebelumnya Rp 2.000.000 turun jadi 1.000.000. Dan jumlah honorer pun dikurangi, walaupun akhirnya komisi ASN membatalkan pemberhentian.

Semoga catatan ini, tidak mengurangi senyum Pangulu Nagori dan seluruh Perangkatnya.

Tahun 2020, akan ada lagi Pilkada Simalungun dan ada gerakan pola dinasti ala “kerajaan” .

Semoga nasib Pangulu Nagori dan Perangkatnya tidak sama dengan nasib penerima beasiswa dan nasib honorer.

Senyum nya di awal yang mungkin sama.(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *