IKEIS Desak DPRD Bentuk PANSUS Untuk Pemakzulan Walikota Pematangsiantar

Foto Dokumentasi

OposisiNews-Pematangsiantar

Permintaan suku Simalungun kepada Anggota DPRD untuk segera memakzulkan kembali mencuat hal ini didasari karena Walikota Pematangsiantar,Hefriansyah SE kembali melakukan penistaan terhadap suku Simalungun,kali ini permintaan itu datang dari Ikatan Keluarga Islam Simalungun(IKEIS).

Dalam surat nya IKEIS Meminta kepada seluruh Anggota DPRD untuk sesegera mungkin membentuk pansus hak angket pemakzulan Hefriansyah, SE sebagai Walikota Pematangsiantar karena telah kembali melakukan penistaan terhadap Etnis Simalungun dengan penjelasan sebagai berikut :

  1. Bahwa pada tahun 2018, lewat kegiatan Hari Ulang Tahun Kota Pematangsiantar, Hefriansyah, SE Walikota Pematangsiantar telah melakukan Penistaan terhadap etnis Simalungun dan atas penistaan tersebut DPRD Kota Pematangsiantar telah membentuk pansus Hak angket.
  2. Bahwa Kesimpulan dari hasil Pansus Hak Angket DPRD Kota Pematangsiantar atas dugaan Penistaan terhadap Etnis Simalungun tersebut telah memutuskan untuk agar Hefriansyah, SE dimakzulkan/ diberhentikan dari jabatan sebagai Wakikota Pematangsiantar.
  3. Bahwa Pansus Hak Angket DPRD Kota Pematangsiantar atas dugaan penistaan terhadap Etnis Simalungun juga telah membuat kesimpulan bahwa Hefriansyah, SE telah melanggar Peraturan dan Perundang – undangan yakni :

 PELANGGARAN UNDANG – UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2008, TENTANG PENGHAPUSAN DISKRIMINASI RAS DAN ETNIS.
 PELANGGARAN KUH PIDANA, YAITU PASAL 157 DAN PASAL 310 AYAT (2)
 TIDAK MELAKSANAKAN UNDANG – UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH.
 TIDAK MELAKSANAKAN PERATURAN PRESIDEN NOMOR 16 TAHUN 2016 TENTANG TATA CARA PELANTIKAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR, BUPATI DAN WAKIL BUPATI SERTA WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA.

  1. Bahwa pasca kesimpulan Pansus Hak Angket DPRD Kota Pematangsiantar tersebut, ternyata Hafriansyah, SE Walikota Pematangsiantar kembali melakukan penistaan kepada Etnis Simalungun.
  2. Melakukan perubahan terhadap letak dan lokasi pembangunan tugu Sangnaualuh Damanik dari Jl. Sangnaualuh dipindahkan ke jalan Merdeka di Lapangan merdeka.
  3. Bahwa Pembangunan Tugu Sangnauluh di Jalan Sangnauluh telah melalui seminar dan kajian ilmiah dan telah dilakukan peletakan batu pertama oleh Walikota Pematangsiantar sebelumnya Alm. Hulman Sitorus.
  4. Bahwa peletakan batu pertama pembangunan tugu sangnauluh di jalan Sangnaualuh telah dihadiri tokoh – tokoh besar Simalungun seperti Mr. Jariaman Damanik, Partuha Maujana Simalungun, Ahli Waris Sangnaualuh, Ihutan Bolon Damanik dan dihadiri unsur pemerintah seperti Walikota, Wakil Walikota, Ketua DPRD, Dandim 0207, Kapolres dan lainnya.
  5. Bahwa penetapan pembangunan tugu Sangnaualuh Damanik di jalan Merdeka atau lapangan merdeka juga telah melalui hasil kajian ilmiah dari Universitas Sumatera Utara dan telah ada nota kesepakatan dengan tokoh besar Simalungun seperti Prof. Dr. Bungaran Saragih Mantan Menteri Pertanian RI, Irjen Pol. Wagner Damanik, DR. Sarmedi Purba, Ahli waris Sangnaualuh, Ihutan Bolon Damanik dan tokoh Simalungun lainnya.
  6. Akan tetapi pada tanggal 10 November 2018, justru Hefriansyah, SE, Walikota Pematansgiantar memindahkan lagi lokasi Pembangunan Tugu Sangnaualuh dari Lapangan Merdeka dipindahkan ke Lapangan H. Adam Malik.
  7. Bahwa pada tanggal 7 Desember 2018, Hefriansyah, SE Walikota Pematansgiantar justru menghentikan pembangunan tugu sangnaualuh yang pembangunannya sedang berlangsung.

KESIMPULAN :

  1. Bahwa pada tanggal 25 Mei 2018 DPRD Kota Pematangsiantar telah pernah membentuk pansus Hak angket atas dugaan Penistaan terhadap Etnis Simalungun oleh Hefriansyah, SE Walikota Pematangsiantar.
  2. Bahwa kesimpulan Pansus Hak Angket DPRD Kota Pematangsiantar tersebut telah memutuskan untuk agar Hefriansyah, SE dimakzulkan/ diberhentikan dari jabatan sebagai Wakikota Pematangsiantar.
  3. Bahwa kesimpulan Pansus Hak Angket DPRD Kota Pematangsiantar tersebut menyatakan bahwa Hefriansyah, SE telah melakukan pelanggaran terhadap UU dan Tindak Pidana.
  4. Bahwa memindah – mindahkan lokasi pembangunan tugu Sangnauluh Damanik yang telah dilakukan peletakan batu pertamanya dan kemudian mengehntikan pembangunannya, bagi kami Etnis Simalungun khususnya IKEIS hal ini adalah bentuk penistaan dan penghinaan yang luar biasa kepada kami Etnis Simalungun.
  5. Bahwa memindah – mindahkan dan menghentikan pembangunan tugu Sangnauluh Damanik yang sebelumnya telah disepakati bersama tokoh besar dan lembaga etnis Simalungun, kami anggap adalah bentuk penipuan, penghinaan dan pelecehan kepada tokoh besar Simalungun seperti Prof. Dr. Bungaran Saragih mantan Menteri Pertanian RI, Irjen Pol. Wagner Damanik, Dr. Sarmedi Purba, Ahli Waris Sangnaualuh Damanik, Ihutan Bolon Damanik, dll.

Berdasarkan hal – hal tersebut di atas dengan ini kami meminta kepada ketua dan seluruh anggota DPRD Kota Pematangsiantar untuk membentuk Pansus Pemakzulan Hefriansyah, SE sebagai Walikota Pematangsiantar (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *