GPS: Idealnya Wagner Jadi “Wasit” Saja

Foto : Ilustrasi Pilkada

Oposisinews-Simalungun

Proses siapa yang akan turut dalam kontestasi Pemilukada Simalungun sudah semakin jelas siapa dan didukung partai apa.

Diprediksi yang akan bertarung di Pemilukada Simalungun 9 Desember 2020 ini ada lima kandidat, Radiapoh/ Joni Waldi yang didukung partai Golkar, kemudian abang kandung JR Saragih Anton Saragih/Rospita Sitorus yang diprediksi didukung PDIP dan PAN, ada juga Hasyim yang pasangan pastinya belum diketahui yang kemungkinan didukung Gerindra dan Demokrat dan terakhir Wagner Damanik/Abidinsyah Saragih yang melalui jalur perseorangan atau independen.

Terkait pencalonan ini, Gerakan Perduli Simalungun (GPS) yang dikenal intensif melakukan pemantauan bakal calon bupati Simalungun menyatakan, dengan situasi seperti ini khawatir Kabupaten Simalungun akan kembali seperti sepuluh tahun terakhir ini yang mengalami kemunduran.

“Jika ini calonnya kami sangat khawatir Simalungun ini akan sama seperti sepuluh tahun JR memimpin, kami meragukan kecintaan para calon ini untuk membangun Simalungun”, ucap Anthony Damanik sekretaris koordinator GPS.

Baca juga!!!

Anthony menambahkan, mereka memang mempelajari masing-masing track record dan latar belakang masing-masing calon dan menyatakan meragukan ketulusan dan kemurnian untuk membangun Simalungun.

Kami lebih melihat calon-calon ini ada yang untuk membangun dinasti, ada yang untuk mencari “Hasangapon” atau kehormatan, ada yang untuk mengembangkan bisnis dan usahanya, jadi kami sangat meragukan jika ada yang bilang untuk membangun Simalungun, tambah Antony mantan Ketua Himapsi Kota Pematangsiantar ini.

Sebagaimana diberitakan belumnya GPS keras menolak Dinasti di Simalungun, kemudian meminta Hasyim tahu diri, menyatakan Amran Sinaga bagian dari JR Saragih dan terakhir Radiapoh memberi contoh buruk.

Baca juga!!!

Saat ditanya mengapa hanya empat calon itu saja yang dikritisi dan apakah GPS ini mendukung salah seorang calon, dengan tegas aktivis yang akrab disapa Tony ini membantah, “kami tak ada berafiliasi kepada calon tertentu siapa pun itu”.

Saat disinggung mengapa calon lain pasangan Wagner Damanik dan Abidinsyah GPS seperti diam saja, Tony menyatakan ini hanya soal momentum saja.

Sebenarnya dari awal kami sudah berpikir jika bapak Wagner Damanik itu tidak usah main untuk jadi bupati Simalungun, kami berpikir Wagner itu jangan jadi pemain tetapi lebih elegan jika jadi wasit saja.

Ditambahkan Tony maksudnya jadi wasit itu adalah sebagai tokoh pemersatu seperti Ketua Presidium Partuha Maujana Simalungun yang mendesaign siapa calon orang Simalungun yang akan dimajukan jadi Walikota dan Bupati bukan justru ikut jadi pemain.

Baca juga!!!

Tony juga menambahkan sebagai Jendral bintang dua Wagner Damanik itu sudah jadi tokoh besar bagi Simalungun, karena mungkin hanya beliau orang Simalungun saat ini sehingga terlalu beresiko secara moral kepada Simalungun jika nanti tidak terpilih.(Ops/Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *