Galian C ilegal Marak Di Siantar-Simalungun, Kacabdis ESDM Wilayah III Layak Dicopot

Oposisi-news.id/Siantar-Simalungun–Maraknya galian C yang tidak memiliki izin di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun membuat masyarakat bertanya-tanya apakah sebenarnya tugas pokok dan fungsi dari Cabang Dinas ESDM Wilayah III dibawah pimpinan Leo Lopulisa Haloho Msi.

Suatu kewajaran dan memang patut di pertanyakan karena memang hingga kini masyarakat belum melihat kerja nyata dari Leo Lopulisa Haloho sebagai Kacabdis ESDM Wilayah III karena memang saat ini hampir di setiap wilayah baik Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun masih banyak sekali di temui galian C (ilegal) seperti Galian C Pasir,Batu Padas hingga pengerukan tanah yang seakan-akan memiliki izin dari pemerintah, padahal pada faktanya semua berjalan dengan leluasa tanpa hambatan meski tak memiliki izin dari Pemerintah.

Sebagai mana yang diungkapkan oleh Hamson Saragih SH selaku ketua GEPSIS saat di temui di salah satu kedai kopi di seputaran Kota Pematangsiantar pada hari rabu (15/04/2020), menurut Hamson,hingga kini pihaknya belum mengetahui sama sekali apa yang sudah di kerjakan oleh Kacabdis ESDM Wilayah III ini karena berdasarkan amatanya Galian C ilegal di Siantar-Simalungun hingga kini tidak semakin berkurang malah mengalami pertambahan akibat buruknya kinerja Kacabdis ESDM Wilayah III ini.

Baca juga:

“Nggak tau apa kita kerjanya Kacabdis ESDM Wilayah III ini bang,pengawasan dibilang nggak juganya, karena semakin bertambahnya galian C ilegal bukan semakin berkurang,ujar Hamson Saragih.

Masih menurut Hamson mereka kembali meminta kepada gubernur Sumatera Utara Untuk segera mencopot Leo Lapulisa Haloho Msi dari jabatan nya karena dengan kinerja buruk Kcabdis ini jelas merusak Citra Bapak Gubernur Sumatera Utara.

Terpisah Leo Lopulisa Haloho Msi ketika hendak di temui di kantornya pada hari rabu (15/04/2020) tidak berhasil di temui dikarenakan sedang tidak berada di kantor.(ops/Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *