Dugaan Pungli dan Korupsi di Dinas Pendidikan Simalungun Dilapor.

Foto : Kepala Dinas Pendidikan Kab.Simalungun (Atas) Kantor Dinas Pendidikan Kab.Simalungun ( Bawah )

Oposisinews-Simalungun

Lagi lagi dugaan tindak pidana korupsi di pemerintahan kabupaten simalungun kembali mencuat, kali ini adanya temuan dugaan korupsi di dinas pendidikan kabupaten simalungun dalam Pengadaan pakaian training olahraga untuk siswa SMP se Kabupaten Simalungun.

Temuan ini juga telah dilaporkan ke Polres Simalungun dan ke kejaksaan negeri simalungun oleh lembaga transformasi fublik (LTP) Yang ditanda tangani oleh ketua johannes sakti sembiring dan sekretaris Anthony damanik.

dalam keterangan LTP, melalui sekretarisnya Anthony damanik pada media ini senin 24/02/20 bahwa dalam pengadaan baju olah raga seluruh smp Negeri simalungun diduga menjadi ajang korupsi dan pungli yang dilakukan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun, Korwil Dinas pendidikan dan Kepala-Kepala Sekolah smp se- Kabupaten Simalungun.

Tambahnya lagi bahwa ada beberapa hal yang diduga dilanggar oleh Kepala Dinas Pendidikan, Korwil dan Kepala-Kepala sekolah serta Pengusaha pengadaan pakaian traning olahraga untuk tingkat SMP Se Kabupaten Simalungun itu yang pertama Adanya pelanggaran terhadap Peraturan Pemerintah No 17 tahun 2010 pasal 181 tentang penyelengaraan pendidikan,yang kedua Adanya pelanggaran terhadap Permendikbud Nomor 75 tahun 2016 tentang komite sekolah,tentang larangan sekolah melakukan penjualan buku,bahan ajar,pakaian seragam dan pungli di sekolah. Hal ini sudah jelas menyalahi aturan,tegasnya.

” selain itu juga Kami menduga ada terjadi korupsi dan pungli dalam hal pengadaan baju training tersebut berdasarkan data yang kami miliki bahwa terdapat 29 kecamatan di Kabupaten Simalungun yang memiliki SMP Negeri dibawah Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun dengan total jumlah siswa sebanyak 24.998 siswa, Bahwa berdasarkan data dan investigasi kami pada tahun ajaran 2019/2020 seluruh SMP sekabupaten simalungun melakukan penerimaan siwa baru kurang lebih sebanyak 8.682 orang siswa.”

Maka berdasarkan data dan hasil investigasi terhadap sejumlah perusahaan penyedia pakaian training olahraga pihaknya menemukan adanya mark up dalam pengadaan pakaian training olahraga untuk SMP se Kabupaten Simalungun yakni sebesar Rp.1,1 Miliar lebih.

“selain itu juga baru-baru ini kita dapat informasi dari beberapa guru PTT disimalungun yang di pungli untuk penebusan sk dan bagi para guru yang tidak mau membayar sk nya tidak di keluarkan, hal ini akan kita laporkan juga kepada penegak hukum”

Terpisah kepala dinas pendidikan saat dikonfirmasi media ini, lewat sambungan telfon, kepala dinas pendidikan simalungun tidak merespon meski terdengar nada aktif dan pesan yang di kirim juga tidak di balas, ketika di datangi kantornya seorang pegawai mengatakabn bahwa kepala dinas tidak ada di kantor. “Gak ada dikantor bang buk kadis lagi dinas luar”ucapnya. (ops/Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *