Dua Cagubsu Gagal, Beri Contoh Buruk

Oposisi-news.id/Sumut—Beredarnya foto Jarot Syaiful hidayat, J.R Saragih dan Terkelin Brahmana Bupati Karo yang sedang berada di salah satu kedai kopi di Karo terlihat sedang berkumpul tanpa mematuhi protokoler kesehatan.

Menarik karena Jarot yang baru menjabat Plt Ketua DPD PDIP Sumatera Utara ini tidak mematuhi protokol kesehatan , tidak menjaga jarak juga tak memakai masker, Demikian juga JR Saragih, bertindak sama seperti Jarot tidak mematuhi protokol kesehatan, berkumpul tidak mengatur jarak dan tidak memakai masker, hal ini merupakan sebuah contoh buruk yang tidak layak untuk ditiru.

Sementara yang duduk satu meja yang lain seperti Terkelin Brahmana bupati Karo dan seorang wanita di samping Jarot mengenakan masker. Sebagaimana diketahui bahwa sebelumnya Jarot Syaiful dan JR Saragih pernah sama – sama mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumatera Utara, dan keduanya sama – sama gagal.

Cuma perbedaannya Jarot yang berpasangan dengan Sihar Sitorus kalah dalam pemungutan suara dari Edy Rahmayadi dan Rajeksyah, Sedangkan JR Saragih kalah sebelum bertanding karena pada tanggal 15 Maret 2018 KPUD Sumatera Utara menyatakan pasangan JR Saragih dan Ance Selian TMS ( tidak memenuhi syarat ) sebab pada hari dan tanggal yang sama sebelumnya Polda Sumatera Utara menetapkan JR Saragih sebagai tersangka Pemalsuan Dokumen yang diumumkan Dirkrimsus Polda Kombes Pol Andi Rian ketika itu. Dan satu minggu setelahnya , tepatnya Tgl 22 Maret 2018 Partai Demokrat memberhentikan JR Saragih sebagai ketua DPD Demokrat Sumatera Utara.

Terkait hal ini , koordinator GPS ( Gerakan Perduli Simalungun ) Andry Christian Saragih Saat diminta komentarnya selasa 21/07/2020, menyatakan perilaku kedua Pejabat ini jangan di tiru, karena telah memberikan contoh buruk kepada masyarakat.

“Pemimpin apa seperti ini, buat baliho besar- besar nyuruh rakyat patuh protokol dan make masker , tapi yang nyuruh malah gak patuh dan justru memberi contoh yang tak mendidik”.

GPS juga berharap nantinya himbauan ke dua cagubsu yang gagal ini gak usah di ikuti saat Pilkada Simalungun dan Siantar,Ucap andry.

Sementara Jarot saat dikonfirmasi selasa 21/07/2020,tidak menggangkat telpon miliknya meski terdengar nada aktif, dan pesan yang dikirimkan juga tidak dibalas.(Ops/Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *