Dinilai Lamban Tangani Kasus Pengeroyokan, Kapolres Siantar Dipropamkan

Oposisi-news.id/Siantar—Tiga bulan sudah kasus Pengeroyokan yang dialami oleh R.Doloksaribu dilaporkan ke Polres kota pematangsiantar, namun hingga kini pelaku pengeroyokan belum juga ditahan, pada hal menurut korban dan saksi-saksi, Pelaku pengeroyokan inisial GS dan kawan-kawanya sudah jelas-jelas melakukan pemukulan terhadap R.Doloksaribu di pasar parlusan pada hari senin 9/03/2020,namun sayang sampai saat ini para pelaku pengeroyokan belum juga ditahan.

Hal ini membuat pelapor Roy dolok saribu merasa kecewa dan khawatir akan terjadi hal yang sama karena lambatnya proses yang dilakukan polres pematangsiantar, pada hal menurutnya, Gs dan beberapa orang Sudah jelas melakukan pemukulan terhadap dirinya dengan cara berulang-ulang dan disaksikan banyak orang, dan diakui pelaku saat dia datang kekantor polisi, ucap Roy pada wartawan media ini,Selasa 9/6/2020 didampingi kuasa hukumnya Christ Januari Nenggolan,SH.

“Pada hal kejadian itu sudah kami laporkannya ke polres pematangsiantar dengan nomor: STTLP/86/III/2020 dan sesuai dengan nomor laporan polisi nomor:143/III/2020 namun sampai saat ini semua pelaku masih bebas berkeliaran makanya saya dan kuasa hukum saya melaporkan kejadian ini ke Propam.

Baca juga!!!

Chirst januari Nenggolan,SH selaku kuasa hukum korban menerangkan bahwa dari awal klientnya sudah lapor polisi, sudah di visum, dan empat orang saksi sudah di periksa, bahkan si GS itu sudah jelas mengakui perbuatanya dihadapan polisi, bahwa benar dirinya melakukan pemukulan terhadap klient saya, tapi sampai saat ini pihak polres siantar tidak juga melakukan penahanan terhadap GS dan para pelaku lainya, sehingga kami mengangap ada kelalaian dari penyidik.

“pada halkan sudah jelas-jelas memenuhi unsur untuk ditetapkan tersangka dan melakukan penahanan terhadap semua pelaku pengeroyokan itu, apalagi pelakunya sudah mengaku sendiri bahwa benar dia melakukan pemukulan, selain itu sudah ada 4 orang saksi yang di periksa dan memberikan keterangan dan mengaku benar-benar melihat kejadian pengeroyokan itu, tentu tidak ada alasan bagi penyidik untuk berlama-lama lagi”

Atas dasar itulah kami mempropamkan penyidik yang menangani perkara ini yakni Bripda Hilery M Siregar, Brigadir Ade guntara, Kasat Reskrim Nur istiono,kanit jatantras Ipda wilson panjaitan dan Kapolres Pematangsiantar Akbp Budi pardamean saragih selaku yang bertanggung jawab di polres pematangsiantar, karna kita duga sudah tidak menjalankan amanat dan intruksi Kapolda Sumatera utara bapak Irjen Pol Martuani Sormin, yang mengatakan tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan di sumatera utara, ujar christ.

Baca juga!!!

Karena apa yang dialami klient kami ini sudah jelas Kasus pengeroyokan yang di lakukan oleh GS dan kawan-kawanya, yang merupakan pelanggaran hukum yang dilakukan secara bersama-sama sebagai mana dijelaskan dalam pasal 170 KUHP, setiap orang yang melakukan kejahatan pengeroyokan dengan terang-terangan diancam pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan, sehingga tidak ada alasan untuk tidak memproses dan melakukan penahanan terhadap semua pelaku karena sudah jelas ada aturan hukumya.(Ops/Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *