Diduga sediakan lapak judi, Menejemen Hotel Niagara dilapor ke polda dan ke Mentri Pariwisata

Oposisinews-Pematangsiantar

Adanya pengerebekan pelaku perjudian di hotel Niagara parapat kabupaten simalungun yang dilakukan oleh polres simalungun pada hari sabtu, 8/02/20, yang dimana dalam pengrebekan tersebut ada 40 orang yang diamankan, namun yang ditetapkan sebagai tersangka hanya 11 orang.

Hal ini membuat salah seorang pengurus Lembaga Transformasi Fublik (LTP) Johannes sakti sembiring angkat bicara dan menggangap ada kejanggalan dalam proses penetapan tersangka, harusnya pihak menejemen Hotel Niagara juga harus ditetapkan jadi tersangka karna kami duga sebagai penyedia tempat perjudian tentu hal ini melanggar UU.

“kami menduga bahwa pihak hotel Niagara sengaja menyediakan dan mengetahui ada tamu yang menjadikan tempat perjudian di hotelnya, maka jika ada yang menyediakan tempat untuk perbuatan seperti itu dapat dijerat dengan pasal 303 KUHP dan pasal 303 ayat (1) dengan ancaman pidana penjara sepuluh tahun dan denda sebanyak banyaknya dua pulu lima juta rupiah”

Johannes juga mengatakan pihaknya juga sudah melaporkan pihak hotel Niagara ke polda sumatera utara dengan nomor surat:089/Lap-LTP/II/20 pada hari Kamis 13/02/20 dirinya meyakini laporanya akan segera diproses,

Selain melaporkan ke Polda Sumut, LTP Juga telah mengirimkan surat kepada mentri pariwisata agar segera di cabut izin hotel tersebut karna diduga melanggar ketentuan penyediaan fasilitas hotel yang telah ditetapkan sebagai mana pada peraturan mentri no 18 tahun 2016 tentang pendaftaran usaha pariwisata. tambah johannes.

Sampai berita ini diterbitkan pihak Menejemen Hotel Niagara belum bisa diminta komentar dan tanggapanya. (Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *