Diduga rugikan Negara sebesar Rp.5,8 M, Dirut PDAM Tirtalihou Dilaporkan

Foto : OposisiNews

OposisiNews-Simalungun

Korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa dan harus diberantas sampai keakar-akarnya sebagaimana yang telah dicanangkan oleh Prediden Republik Indonesia.

Namun dikabupaten Simalungun dugaan korupsi masih banyak ditemui, Hal ini terbukti dengan masih banyaknya laporan-laporan LSM terkait dugaan korupsi, Kali ini Lembaga Transformasi Publik (LTP) laporkan dugaan korupsi Dirut PDAM Tirta lihou kabupaten Simalungun ke kejaksaan Negeri Kabupaten Simalungun dengan Nomor Surat :Ltp-09/Lap/I/2020. Yang ditandatangani oleh Ketua Johannes Sakti Sembiring.

Dalam surat laporanya yang diterima media ini dijelaskan bahwa sesuai dengan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI Nomor :57.B/LHP/XVIII.MDN/05/2019 tanggal 20 Mei 2019, Dirut PDAM Tirtalihou diduga lakukan korupsi atas kegiatan “PDAM Tirta lihou tidak menyelesaikan pekerjaan sambungan rumah (SR) sebesar Rp. 1,5 M dan dugaan korupsi melalui penyertaan modal/laba.

Saat ditemui Johannes sembiring menjelaskan pada media ini bahwa terdapat perbedaan nilai ivestasi jangka panjang permanen pada PDAM Tirta Lihou Simalungun.

Kedua, Bahwa berdasarkan hasil audit BPK RI ada perbedaan antara perhitungan penyertaan modal pemkab simalungun dan perhitungan penyertaan modal pemerintah pusat, Sehingga berdasarkan data yang kami miliki kami meyakini laporan akan segera diproses oleh Kejaksaan Negeri Simalungun.

Saat wartawan media ini mendatangi kantor PDAM Tirta Lihou untuk diminta tanggapanya terkait adanya dugaan korupsi yang telah dilaporkan LTP, Dirut PDAM tirta Lihou tidak ada berhasil ditemui. (ADM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *