Demi Harkat dan Martabat Ummat, Ikeis dan Gema-isi Sepakat Menangkan kolom kosong di Siantar


Oposisinews. Id/P. Siantar— Keberadaan pasangan calon tunggal, di Pilkada kota pematangsiantar, Sumatra utara mendapat respons dari masyarakat. banyak masyarakat siantar menyuarakan agar memenangkan kolom kosong saat pemilu 9 Desember nantinya.

Kali ini muncul dari ikatan Keluarga Islam Simalungun (IKEIS) yang diketuai oleh Lisman Saragih dan Gerakan Pemuda Islam Simalungun (GEMA-ISI) yang diketuai Alpian Sinaga yang telah menyatakan sikapnya, hal ini terlihat ketika IKEIS dan GEMA-ISI Mengadakan pertemuan dengan Tokoh-tokoh simalungun sabtu, 24/10/2020 di hotel Gren Palm.

Ketua IKEIS Lisman Saragih mengatakan bahwa gerakan pertemuan ini adalah sebagai langkah awal kita, makanya kami buat judul “marbual-buali Simalungun Manpaat dan mudarat kolom kosong dan calon tunggal bagi ummat Simalungun di kota Pematangsiantar”.

Gerakan ini timbul karena tidak adanya calon yang lain, Sehingga kami terpanggil jiwa kami yang merasa seolah tidak ada lagi orang simalungun yang tinggal di siantar ini yang mampu berkompetisi.

“Jadi ini panggilan jiwa saja, sebanyak ini intelektual kita kenapa tidak bisa, menyuarakan aspirasi dan isi hati bahwa masyarakat siantar memang komitmen untuk kemajuan siantar dan orang simalungun,” katanya.

Ia mengatakan bahwa kita orang simalungun harus melawan arogansi politik ini, karena kita simalungun adalah sipukkah huta disini
Untuk itu demi harkat dan martabat kita harus menangkan kolom kosong, karna jika kolom kosong menang maka pada pilkada tahun 2022 dan 2024 kita orang simalungun punya peluaang untuk maju mencalonkan diri, jika tidak maka kita hanya sebagai penontonlah terus sampai 2029 nanti, ini semua terserah kita, kita mau pilih mana.

Sekjen GEMAPSI, (Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun) Henson Garingging SH sebagai moderator dalam acara tersebut memberikan kesempatan bagi seluruh peserta diskusi untuk menyampaikan pandangan dan sikap sejumlah tokoh simalungun atas situasi politik disiantar saat ini.

Dalam pertemuan itu cukup seru dan berbagai macam pendapat dan pandangan bermunculan, salah satunya seperti yang di sampaikan oleh Januarison saragih SH, MH bahwa siantar ini adalah kampung kita dan wajar kalau suka-sukaku dikampungku, ucap januariason yang juga ketua UPAS (Upaya penyelamatan aset Simalungun) ini.
Ia juga menambahkan bahwa kalau mau berjuang untuk simalungun tidak perlu hitung-hitungan selagi tidak melanggar hukum kita gas aja terus jangan takut, saya juga dulu berjuang merebut tanah tidak pake hitung-hitungan tapi buktinya sampai sekarang berhasil kok, dengan nada semangatnya.

Mantan ketua KPU P. Siantar Raja ingat saragih SH, MH menyampaikan pendapatnya dalam pertemuan itu, ia katakan bahwa alangkah baiknya pertemuan ini dilakukan jauh sebelum penetapan calon, sehingga yang kita bahas adalah siapa calon orang simalungun yang akan kita calonkan, jika menanglah kolom kosong pada pilkada nanti, yang jadi pertanyaan siapa nanti orang simalungun yang akan kita calonkan di pilkada berikut, tanyanya.

Tokoh Islam, Drajat Purba, yang juga ketua dewan pendidikan ini Mengatakan bahwa saatnya simalungun bersatu menunjukan sikap dan kekuatan untuk membuktikan bahwa simalungun itu ada dan kuat di Kota Pematangsiantar, karena dengan menunjukan sikap kita sebagai sipukkah huta di bumi habonaron do bona ini akan lebih dihargai oleh suku lain maupun generasi penerus kita nanti nya, Ujar mantan anggota DPRD Siantar ini.

Dalam pertemuan ini tampak hadir juga Mantan ketua Umum HIMAPSI sarmuliadin Sinaga,ST, Drs Ubahman sinaga Msi, Bakti damanik dan , Rizal Sipayung Msi, Hamson saragih SH.

Mantan Ketua Umum HIMAPSI, Sarmuliadin Sinaga ST, menambahkan bahwa demi terciptanya tujuan bersama yaitu kemenangan kolom kosong maka harus segera dibentuk posko kolom kosong di delapan kecamatan dan melakukan upaya-upaya konkrit dengan mensososialisakan kolom kosong melalui spanduk maupun selebaran di sejumlah titik di kota pematangsiantar.

Setelah semua peserta diskusi menyampaikan pendapat, kemudian diskusi tersebut ditutup oleh ketua IKEIS Pematangsiantar dengan kesimpulan bahwa untuk melawan arogansi kekuasaan dikota pematangsiantar suku simalungun bersatu untuk mensosialisasikan dan memenangkan kolom kosong di Pilkada Siantar nantinya, (Ops/Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *