Dana BUMDes Sait Buttu Diduga Bermasalah, LTP : Kita Laporkan

Foto: Pekan Pematang Sidamanik Yang Dikelola Oleh BUMDES

OposisiNews-Simalungun

Lembaga Transpormasi Publik (LTP) melaporkan pangulu sait buttu saribu kepolres simalungun, pengaduan tersebut untuk melaporkan dugaan penyelewengan dan penyalahgunaan anggaran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Saait Buttu Saribu, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun.

LTP mengatakan Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp.100 juta. Serta dugaan pembuatan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) fiktif oleh sejumlah pengurus BUMDes dan kepala desa setempat selama tahun berjalan.

“Pengurus BUMDES yang dimaksud itu yakni, ketua, sekertaris dan bendahara. Demikian pula dengan Kepala Desa Sait Buttu Saribu, juga saya laporkan,” ungkapnya, Rabu (11/3/2020) sekira jam 12.00 wib saat ditemui di Kantornya.

Bahkan penyelenggaraan BUMDES pun terkesan mati suri dan sistem pengelolaannya pun tertutup baik dalam pengelolaan roti kipas maupun pekan pematang sidamanik. Dan alokasi anggarannya pun tidak jelas ke mana dan untuk apa. Sementara anggarannya, setiap tahun selalu dialokasikan melalui dana desa (DD) setempat. “Nilainya pun sangat fantastik yakni, hingga Rp 100 juta pertahun, dan informasi yang kita dapat saat ini pada tahun 2020 ini pangulu kembali menganggarkan sebesar Rp.100 juta untuk Bumdesnya,” terangnya.

Foto: Rumah produksi roti kipas yang dikelola BUMDES

Dia berharap, setelah adanya laporan tersebut Kapolres Simalungun Agar segera mengusut dan memproses persoalan ini. Sehingga masyarakat dan negara tidak dirugikan nantinya.

“Program BUMDES itu tujuannya untuk mendongkrak perekonomian masyarakat desa, bukan untuk memperkaya diri oknum terkait,” tandasnya.

Sementara itu, hingga berita ini dikirimkan keredaksi Pangulu Sait Buttu Saribu HN belum juga berhasil dimintai komentarnya, nomor hendpone miliknya saat dihubungu di nomor 0813-7502-0XXX. Juga tidak menjawab meski terdengar nada aktif.(KN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *