BUMDES Sait Buttu Saribu Belum Terdaftar Di T.A

Foto : Kantor Nagori Sait Buttu Saribu

Oposisinews-Pematangsiantar

Usaha rumah produksi snack yang direalisasikan kepala desa sait buttu saribu, kecamatan pematang sidamanik, kabupaten simalungun kepada badan usaha milik desa (BUMDES) 2019 belum ada campur tangan dari tim ahli (T.A) BUMDes Kabupaten Simalungun. Kuat dugaan anggaran yang direalisasikan untuk usaha roti kipas sebesar ± Rp 100 Juta itu banyak masuk kantong pangulu. Lain lagi dengan hasil dari usaha tersebut, yang hingga saat ini belum juga tahu kemana peruntukannya.

Hal itu berdasarkan hasil penelusuran awak media ini di lapangan. Bahkan Bumdes yang mempunyai struktur Ketua, Sekretaris dan Bendahara (KSB) diduga dimanfaatkan dan dikelola oleh seorang pengusaha (Hendra,red) yang berasal dari Kota Medan.

“Barang seperti cetakan pembuat roti itu, sebagian itu punya pengusaha dari Medan itu,  jadi kuat dugaan dana Rp.100 juta itu masuk kantong pangulu,” sebut salah seorang warga yang berinisial J, Senin (16/03/2020) sekira jam 10.00 wib saat dimintai komentarnya di lokasi.

Ditambahkannya lagi, pembentukan dan pembangunan BUMDes tersebut juga belum ada melibatkan tim ahli apakah usaha itu layak atau tidak dijalankan  “Kami sudah tanya ke pendamping tim ahli Bumdes simalungun katanya belum ada mereka dilibatkan, jadi sampai saat ini kita pun bingung dibuat pangulu tersebut,” bilangnya.

Bagaimana mau berjalankan dengan maksimal, sambung sumber ini pekerjanya saja juga belum ada dilengkapi dengan BPJS tenaga kerja.   “Ada pula sepupuku disitu yang kerja dek, jika betul BUMDes itu memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat, ya harus adalah BPJS orang itu karena itu langsung berhubungan dengan api, jika terjadi kecelakaan kerja siapa yang tanggung jawab disitu, oleh karena itu kuat dugaan kita pendirian BUMDes ini menjadi ajang bisnis tersendiri,” ungkapnya.

Sebelum menutup pembicaraan dia pun sangat berharap agar pengelolaan bumdes tersebut dapat segera diusut, “Kami masyarakat Sait Buttu meminta kepada Kapolsek, Camat, Inspektorat, dan Dinas Kesehatan simalungun supaya dapat segera turun gunung ke lokasi tersebut, jika belum ada izinnya kami minta supaya BUMDas tersebut segera diperiksa dan ditutup,” paparnya mengakhiri.

Sementar itu, hingga berita ini dikirimkan keredaksi Pangulu Sait Buttu Saribu, H Ngatio lagi lagi belum juga berhasil ditemui ke ruang kerjanya (Kantornya,red). 

Terpisah Pendamping tenaga ahli Bumdes kabupaten simalungun Dewi Silalahi ketika dimintai komentarnya dari via telpon sekira jam 13.30 wib mengatakan bahwa BUMDes tersebut belum ada terdaftar. “Belum ada sampai sama kami itu,” tutupnya. (KN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *