BS,SA Alias Anto Dan RP Kuasai Togel Di Simalungun

Oposisi-news.id/Simalungun—Ditengah sibuknya Pemerintah menghadapi bencana nasional Covid-19, baik sosialisasi, himbauan untuk mengantisipasi Corona Virus Disease (Covid-19),aktivitas judi toto gelap atau (togel) dalam beberapa bulan terakhir ini ternyata masih ada beroperasi di Kabupaten Simalungun ini. Beredar informasi BD togel yang bermain hingga detik ini yaitu berinisial RP dan S alias A.

Pantauan dilapangan penjualan judi tebakan angka ini dilakukan secara terang-terangan yang terkesan seakan judi togel ini telah resmi dan legal secara hukum. Menurut keterangan salah seorang sumber, RN saat ditemui di Pematang Raya, Rabu (6/5) sekira jam 10.30 wib, meminta agar Kapoldasu dan Kapolres Simalungun, segera menangkap bandar (BD) judi togel itu, dikarenakan akan berdampak tentang tingginya kriminalitas serta akan menganggu Kamtibmas di kecamatan itu sendiri.

“Saya meminta kepada Kapoldasu dan Kapolres Simalungun, agar tidak mendiamkan kasus judi tebak angka diwilayah hukum simalungun ini,” sebutnya.

Ditambahkannya kedelapan kecamatan itu ialah kecamatan tanah jawa (dikelola langsung oleh SA Sukandar alias Anto, SN dan banser BS), hatonduan (SA), hutabayu raja/Maligas (Banser BS), Dolok panribuan (SA), Panei/Panombeian Panei (RS), Raya (RP), Purba (SA), dan serbelawan (RP). “Kita menduga kegiatan ini sudah berlangsung secara terang-terangan serta beromset puluhan juta setiap putarannya,” katanya.

Ia mengakui, jika hal ini tidak segara di berantas, dampak pemainan judi ini akan sangat terasa dalam masyarakat, karena aktivitas permainan ini akan melibatkan banyak kalangan, baik orangtua, maupun orang dewasa.

‎“Siapalah yang tidak kenal dengan si RP ,SN dan SA, alias anto ini, tapi kenapalah dia tidak dilidik polisi hingga detik ini?,” ujarnya.

Adanya aksi judi di tengah pendemi covid 19 ini, anehnya permainan itu kian hari semakin menjadi-jadi hingga ke pelosok desa.‎‎ “Ini tidak boleh ada pembiaran, diharapkan harus ada tindakan represif dari pemerintah mengenai hal ini,” tegasnya mengakhiri.‎

Pantauan, pada umumnya pelaku dan penulis akan membuka modus usaha warung kedai kopi dimana tempat berkumpulnya warga nyambi membahas angka tebakan yang akan keluar. Kemudian para pembeli, akan bertransaksi seolah-olah membeli barang atau hanya duduk santai menikmati secangkir kopi yang telah dipesan. 

Hingga berita ini diterbitkan keredaksi, Kapolres Simalungun AKBP Heribertus Ompusunggu S.I.K,.M.Si belum juga dapat dimintai keterangannya. (Ops/Kn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *