Bergulirnya Sandiwara Angket DPRD.

OposisiNews-Pematangsiantar

Awal terbentuknya panitia angket DPRD kota Pematangsiantar pada 22 januari 2020 patut di apresiasi dan didukung oleh banyak pihak, namun ditengah perjalanan banyak pihak yang meragukan kinerja panitia angket.

Seperti yang dikatakan oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Simalungun Indonesia (KNPSI) Jan Wiserdo Saragih, bahwa dengan tidak masuknya soal penistaan etnis simalungun didalam poin angket pihaknya menilai itu sebagai bentuk ketidak seriusan DPRD siantar untuk pemakzulan walikota.

“keputusan angket sebelumnya sudah jelas bahwa walikota pematangsiantar dimakzulkan, hal ini berdasarkan hasil dari penyelidikan panitia angket yang telah menyelidiki dan meminta keterangan para saksi ahli baik ahli bahasa,ahli hukum dan bahkan sudah melakukan study banding kebeberapa daerah, Harusnya kalau DPRD siantar benar-benar punya niat untuk memakzulkan tinggal meneruskan itu aja tanpa memulai lagi dari awal”

Tambahnya lagi Bahwa sesuai dengan Hasil kesimpulan Panitia Angket DPRD Kota Pematangsiantar atas dugaan Penistaan Etnis Simalungun oleh Hefriansyah Walikota Pematangsiantar dalam kesimpulannya ditetapkan bahwa Hefriansyah Walikota Pematangsiantar telah melakukan pelanggaran terhadap UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, Hefriansyah Walikota Pematangsiantar Telah melakukan Pelanggaran terhadap KUH Pidana , Yaitu Pasal 157 dan Pasal 310 ayat ( 2), Hefriansyah SE,MM Walikota Pematangsiantar , tidak melaksanakan UU Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah.dan masih banyak lagi yang lain ucapnya.

Bahkan kalau kita lihat dengan kondisi sekarang pihaknya menduga bahwa DPRD siantar khususnya panitia angket sedang melakukan sandiwara baru, hal ini bisa kita lihat dengan diterimanya mobil dinas pimpinan DPRD baru-buru ini, harusnya kalau DPRD serius untuk memakzulkan walikota, DPRD jangan menerima mobil dinas itu dulu sebelum hasil dari panitia angket ini selesai tapi nyatanyakan tidak.

Hal ini kan jadi semakin memperkuat dugaan bahwa DPRD dan panitia angket hanya bersandiwara dalam hal ini.(Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *